Flash News
No posts found

Jadi Bahan Tertawaan, Cerita Dibalik Voting Duk

Anggota Pramuka di Rembang ini, menunjukkan seragam barunya.

Anggota Pramuka di Rembang ini, menunjukkan seragam barunya.

Rembang – Anggota Pramuka kini mempunyai seragam baru. Sempat terjadi pertentangan, sebelum konsep seragam diputuskan. Bahkan harus melalui voting. Apa saja yang membedakan dengan seragam terdahulu ?

Kwartir Nasional telah mengeluarkan keputusan No.174 tentang petunjuk penyelenggaraan pakaian gerakan Pramuka. Untuk seragam laki laki tidak banyak mengalami perubahan, masih warna coklat coklat dengan setangan leher atau duk, berwarna merah putih melambangkan bendera Indonesia.

Tetapi untuk pakaian anggota Pramuka perempuan, perubahannya cukup drastis. Tingkat penggalang dan penegak misalnya, topi berbentuk bulat, tidak lagi berbahan bambu. Warnanya lebih kental coklat tua. Kemudian jika semula samping baju ada talinya, sekarang tali tersebut dihilangkan. Begitu pula bentuk duk, disamakan dengan anggota Pramuka laki laki.

Seorang anggota Pramuka dari SMAN III Rembang, Ina Widyastati mengaku kali pertama saat memakai seragam baru ini, langsung menjadi bahan tertawaan sejumlah orang yang menganggap salah memakai duk. Mereka ternyata memang belum tahu, adanya perubahan ketentuan dari Kwarnas.

Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah, Budi Prayitno bercerita sebelum aturan tersebut dibakukan, sempat muncul pro dan kontra, selama pembahasan ditingkat Kwarnas. Ada kelompok meminta seragam Pramuka yang penting trendi, menyesuaikan perkembangan zaman. Khusus setangan leher atau duk, juga terjadi perbedaan usulan. Jawa Tengah termasuk yang paling ngotot mempertahankan warna merah putih sebagai wujud rasa nasionalisme dan akhirnya dalam voting bisa menang. Ia khawatir jika tidak merah putih, akan mudah berubah fungsi. Ibaratnya untuk lap inguspun, tak masalah. Justru itu berbahaya bagi perkembangan Pramuka kedepan, yang digadang gadang ikut membentuk karakter generasi muda.

Budi Prayitno menambahkan penerapan seragam baru diberikan kesempatan masa transisi selama satu tahun.

Menurutnya tak akan memberatkan para pelajar. Sekolah nantinya bisa menggelar sosialisasi secara bertahap.

4 Komentar

  1. helena

    wow… ina,munif & friends you look so cute..seragamnya nampak lebih cakep,rapi,gagah dan warna atasannya agak lebih tua dari sebelumnya. tanpa tali pinggang lebih bagus karena sebelumnya anak sering enggan menalikannya jadi kalau jalan seperti gurita. tapi kasihan para produsen/penjual seragam pramuka y.. meskipun ada masa transisi satu tahun tapi sekarang sudah menjelang tahun ajaran baru pasti sekolah-sekolah sudah berencana menyesuaikan dengan ketentuan seragam terbaru.

  2. John

    So sweeeeeeeeeeet buangggggggggetttttttttt. Cewek sman III semua nich ?

  3. ezty

    Bukan kak,itu kakak2 Dkc rembang….he

  4. bujang

    Apa tidak dibaca baik2 aturan yg dikeluarkan kwarnas ? Ini mengenai peraturan ! Anda salah menuliskannya, banyak yg jadi korban ! Topi bambu tidak lagi digunakan ! Tapi topi bulat dari buludru spt gbr yg anda pajang sendiri !!! Dan utk kwarnas, masyarakat maunya simpel dan tidak ganti2 terus ! Kurang kerjaan apa Anda ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *