Flash News
No posts found

“Diusulkan 200 Juta Dulu…”

Talud penahan gelombang di belakang kantor kecamatan Sarang yang jebol dihantam ombak besar.

Talud penahan gelombang di belakang kantor kecamatan Sarang yang jebol dihantam ombak besar.

Sarang – Pihak kecamatan Sarang berharap jebolnya talud beton penahan gelombang sepanjang 100 meter lebih di belakang kantor kecamatan, turut tanah desa Kalipang segera diperbaiki.

Camat Sarang, Edi Kiswanto menjelaskan selama beberapa hari terakhir ini, memang gelombang sudah mulai reda. Tapi musim ombak timuran diperkirakan puncaknya terjadi pada bulan September – Oktober mendatang, sehingga ancaman ombak besar masih menghantui masyarakat, termasuk yang bekerja di kantor pinggir pesisir pantai. Menurutnya Komisi Bidang Pembangunan DPRD Rembang telah datang mengecek, paling tidak mereka bisa memprioritaskan penganggaran untuk membuat pemecah gelombang (break water) yang baru.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Suharso mengatakan pihaknya berencana mengusulkan pembuatan pemecah gelombang di desa Kalipang Kec. Sarang pada anggaran pendapatan belanja daerah APBD Perubahan tahun ini. Hitungan sementara membutuhkan dana sekira Rp 200 juta.

Suharso menambahkan pemecah gelombang berupa tumpukan batu dianggap masih cukup efektif untuk meredam ganasnya ombak.

Kalau menerapkan konstruksi lama berupa talud beton, tentu harus menyiapkan dana lebih besar. Talud yang jebol itu sebelumnya disokong dari tingkat provinsi Jawa Tengah dan pusat, pada tahun 2010 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *