Flash News
No posts found

Mahal Tapi Hemat

Kapolres Rembang, AKBP Adhy Fandy Ariyanto saat berada di pos mudik lebaran, pinggir jalur Pantura Kaliori.

Kapolres Rembang, AKBP Adhy Fandy Ariyanto saat berada di pos mudik lebaran, pinggir jalur Pantura Kaliori.

Rembang – Dari enam pos pelayanan dan pengaman Lebaran, hanya ada satu pos pelayanan yang kondisinya lebih bagus dan bisa dibongkar pasang. Pos senilai hampir Rp 30 juta tersebut berada di pinggir jalur Pantura Kaliori. Fasilitas paling mencolok, berbeda dibandingkan pos Lebaran lainnya yakni terdapat dua ruangan untuk tempat istirahat pemudik, dilengkapi pula dengan AC pendingin ruangan.

Kapolres Rembang, AKBP Adhy Fandy Ariyanto menuturkan umumnya pendirian pos lebaran berbahan kayu dan papan triplek, hanya untuk sekali pakai, tetapi pos mudik di Kaliori akan awet lama, karena berbahan besi sekaligus dapat dibongkar pasang. Setiap Polres menerima jatah satu pos, hasil kerja sama dengan sponsor.

Ia berharap pos yang representatif, bisa sedikit memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan saat berhenti istirahat, setelah mereka menempuh perjalanan jauh. Kedepan Adhy Fandy berharap akan semakin banyak pos seperti itu. Bagaimanapun setiap musim arus mudik dan arus balik Lebaran, harus selalu ada inovasi baru.

Abdul Rozak, seorang pengguna jalan yang sempat singgah di pos mudik Kaliori mengaku lumayan bisa tiduran di ruangan ber AC, sebelum melanjutkan perjalanan balik ke Semarang.

Ia juga bisa menikmati mie instan dan mengecek tensi darah gratis. Meski hanya sekira satu jam, namun kondisi fisiknya kembali pulih.

Sementara itu gelombang arus balik Lebaran yang melintasi jalur Pantura Rembang, masih cukup padat hingga Senin sore. Iring iringan mobil pribadi bernomor polisi Jakarta dan Bandung dari arah timur, masih mendominasi. Namun puncak keramaian arus balik sudah terjadi sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi kemarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *