Flash News
No posts found

Satlantas Dan DPU Beda Pendapat

Petugas Dishubkominfo Rembang mengecek jalur alternatif yang akan digunakan untuk pengalihan arus kendaraan.

Petugas Dishubkominfo Rembang mengecek jalur alternatif yang akan digunakan untuk pengalihan arus kendaraan.

Rembang – Polisi akan merubah jalur alternatif untuk mengalihkan arus kendaraan dari jalur Pantura, saat tradisi Syawalan atau warga desa menyebutnya kecilan, di obyek wisata Taman Kartini Rembang. Jika tahun lalu, arus kendaraan mobil pribadi dan kendaraan berbobot dibawah 10 ton dari arah Lasem, langsung dimasukkan ke Pertigaan Soklin Tireman – Galonan – Jeruk – Pasar Penthungan – masuk Pantura, tetapi tahun ini dirubah dari Pertigaan Soklin Tireman – Galonan – Pertigaan Jeruk ke kiri – Nganguk – Wiroto – Pertigaan Dresi Kulon – Pantura. Sedangkan arus kendaraan dari arah Semarang, akan disaring di Penthungan, bisa saja mobil pribadi dilewatkan ke jalur alternatif, untuk mengurai kemacetan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Sugino menjelaskan kalau semuanya dilewatkan Penthungan, sudah pasti akan semrawut, sehingga pihaknya memilih memperpanjang jalur alternatif.

Namun masih ada sejumlah ruas jalan yang rusak parah, antara Nganguk sampai dengan desa Wiroto, mendesak untuk segera diperbaiki. Apalagi puncak pengunjung tradisi Syawalan semakin dekat, yakni pada hari Kamis (15 Agustus 2013). Satlantas Polres Rembang nantinya akan mengerahkan 60 an anggota, untuk siaga mengatur arus kendaraan.

Selasa pagi (13 Agustus 2013), Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono mengecek kesiapan jalur alternatif. Menurutnya, selain masalah kerusakan jalan, perlu juga penambahan rambu rambu penunjuk arah, supaya pengguna jalan tidak kebingungan.

Suyono menambahkan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, untuk setidaknya menambal lubang lubang jalan di jalur alternatif, dalam dua hari ini. Kalau masih dibiarkan rusak, ia khawatir mobil pribadi jenis sedan akan mudah terhenti, gara gara menghantam gundukan aspal yang tidak rata. Kepala Bidang Bina Marga DPU, Rahardjo menyatakan siap turun tangan. Tetapi ia mengusulkan sebaiknya mobil pribadi jangan lewat jalur Nganguk – Wiroto, karena kondisi jembatan di desa Kuangsan Kec. Kaliori mengkhawatirkan.

Solusinya, dialihkan saja dari Nganguk – Pertigaan Ngebrak – Sekarsari – Wiroto – Dresi Kulon, karena perbaikan jembatan di desa Megulung Kec. Sumber sudah selesai. Hingga Selasa sore (13 Agustus 2013), wacana ini masih dikaji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *