Flash News
No posts found

Usia Uzur, Semangat Pantang Kendur

Parmin, Caleg tertua di kabupaten Rembang mulai mendekati pemilih.

Parmin (memakai helm), Caleg tertua di kabupaten Rembang mulai mendekati pemilih.

Rembang – Pria satu ini menyandang predikat sebagai calon legislatif tertua yang ikut bertarung mengincar kursi DPRD Rembang. Meski sudah uzur, namun tidak mau kalah dengan Caleg Caleg muda. Bagaimana strateginya menghadapi Pemilu 2014 mendatang? berikut kami hadirkan profil Parmin, warga desa Weton Kec. Rembang Kota.

Sederhana, enerjik dan nasionalis, begitulah kesan kali pertama saat bertemu dengan Parmin, calon legislatif tertua, karena usianya sudah 71 tahun. Ia memiliki tiga anak, dengan enam orang cucu. Parmin maju melalui partai demokrasi indonesia perjuangan PDI P daerah pemilihan kecamatan Rembang Kota. Dari enam orang Caleg, penganut aliran kepercayaan Sapto Darmo tersebut, memperoleh nomor urut empat.

Parmin menuturkan Pemilu 2009 lalu pernah maju, tetapi gagal menembus gedung DPRD Rembang. Bukan karena tidak ingin memberikan kesempatan bagi anak muda untuk nyaleg, tetapi saat ditawari lagi, dirinya sempat menolak, merasa sudah tua. Belakangan partai mendesak supaya tetap maju, mempertimbangkan masih mampu mendulang suara. Parmin akhirnya siap. Ia menyadari Pemilu Legislatif 2014 rawan menjadi perang politik uang, bahkan disebut sebut butuh dana minimal Rp 300 juta, guna mencuri peluang menggondol satu kursi.

Parmin mengabaikan semua itu. Menurutnya dalam menggalang pemilih, baru sebatas mengoptimalkan jaringan saudara, tetangga dan pertemanan.

Kenapa harus berlabuh ke PDI Perjuangan ? Parmin menimpali sejak menempuh kuliah era tahun 1972 lalu, sudah memilih PDI Perjuangan, karena cocok dengan ideologi partai yang nasionalis. Selama menjadi guru pegawai negeri sipilpun, ia tetap berstatus anggota partai moncong putih. Hasrat politiknya tetap berlanjut, meski sudah pensiun tahun 2002 silam.

Banyak angan angan, kalau seandainya kelak duduk di DPRD Rembang. Mantan guru SD Lemahputih Kec. Sedan itu, ingin memperhatikan penganut aliran kepercayaan yang kerap dipinggirkan, kemudian fokus memajukan dunia pendidikan, karena dengan generasi muda unggul, diharapkan sanggup membuat perubahan ke arah lebih baik. Menurut Parmin, usianya boleh saja uzur, tetapi semangat pantang kendur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *