Flash News
No posts found

“Janjikan Promosi Jabatan, Sukirno Kami Tangkap…”

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Joko Santoso.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Joko Santoso.

Sluke – Anggota Reserse Dan Kriminal Polres Rembang membekuk seorang pria yang mengaku berprofesi sebagai wartawan, karena diduga terlibat tindak pidana penipuan, dengan modus bisa menjanjikan promosi jabatan di jajaran pemerintah kabupaten Rembang.

Tersangka yakni Sukirno (47 tahun), warga desa Sanetan Kecamatan Sluke Rembang. Nama Sukirno selama ini cukup terkenal, utamanya dikalangan PNS dan wartawan, karena biasa menyambangi dinas – instansi. Ia ditangkap di rumahnya, hari Rabu setelah lima bulan terakhir masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Joko Santoso menjelaskan awalnya ada laporan dari seorang guru SD berstatus pegawai negeri sipil di Rembang berinisial S dijanjikan oleh tersangka, bisa menjadi pengawas sekolah. Tersangka kemudian meminta uang kepada korban sebesar Rp 55 juta dan keponakan korban Rp 3 juta, beralasan untuk biaya pengurusan. Tapi hal itu hanya bohong belaka. Begitu ditagih, tersangka justru sering berkelit. Korban akhirnya memutuskan untuk melaporkan Sukirno ke Polres Rembang.

AKP Joko Santoso mengakui tersangka memang licin. Rumahnya beberapa kali digrebek, yang bersangkutan lebih dulu melarikan diri. Bahkan menurut informasi, sempat kabur ke luar pulau Jawa. Pihaknya sengaja memanfaatkan momentum Lebaran, untuk memantau keberadaan tersangka. Dari hasil pengintaian, ternyata tersangka pulang ke rumah. Polisi kemudian langsung bergerak mengamankan Sukirno, sekaligus menyita beberapa lembar kwitansi bukti pembayaran sebagai barang bukti.

Ia menghimbau kepada masyarakat lebih berhati hati, ketika ada seseorang membujuk rayu bisa meloloskan menjadi PNS, jabatan atau tawaran bisnis menggiurkan. Semua harus ditelusuri lebih dulu dan jangan mudah percaya. Selain itu, Joko mempersilahkan bagi warga yang merasa pernah dikelabui Sukirno, segera melapor kepada aparat kepolisian.

Hari Kamis (15 Agustus 2013), tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik Reskrim Polres Rembang. Berdasarkan pengakuan sementara, tersangka tidak menyetorkan uang ke pejabat Pemkab, tetapi uang hasil penipuan digunakan untuk kepentingan pribadi. Menurut rencana, polisi akan menjerat tersangka pasal penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

1 Komentar

  1. Cah Sanetan

    Wah—wah….., iki sing jarene wong sing paling sugih d sanetan atas…., tibake penipu…met tidur d bui ya…pak kirno…..xixixiixi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *