Flash News
No posts found

Korban Tersungkur, Ulah Kawanan Pelaku Bercadar

Di dekat lapangan desa Sumber inilah, lokasi pembacokan korban.

Di dekat lapangan desa Sumber inilah, lokasi pembacokan korban.

Sumber – Lima orang menggunakan cadar penutup muka beraksi di jalan antara desa Jatihadi dengan desa Sumber, tapatnya dekat lapangan lama desa Sumber, Rabu (14 Agustus 2013) sekira pukul 23.30 wib. Mereka membawa pedang, kemudian membacok seorang pemuda, Rofiq (17 tahun), warga desa Krikilan Kec. Sumber yang masih berstatus sebagai pelajar SMK Logung.

Awalnya Rofiq bersama sejumlah rekannya berboncengan naik sepeda motor, usai menonton pertunjukan dangdut dari desa Jatihadi Kec. Sumber. Ketika perjalanan pulang itulah, kelompok bercadar tiba tiba menghadang. Salah satu pelaku menyabetkan pedang, hingga mengenai pergelangan tangan sebelah kanan korban. Setelah membacok, pelaku kabur. Korban yang jatuh tersungkur, langsung ditolong oleh kawannya, untuk mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Sumber. Tapi karena mengalami luka cukup serius, akhirnya dirujuk ke rumah sakit Dr R Sutrasno Rembang.

Kapolres Rembang, AKBP Adhy Fandy Ariyanto sebelumnya mengungkapkan perlu bantuan keluarga, tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk sama sama mencegah perkelahian antar pemuda. Jika dibiarkan, khawatir nantinya akan meluas menjadi bentrok antar desa. Polisi dalam posisi serba salah. Kalau pentas dangdut tidak diizinkan, penyelenggara sering nekat. Padahal disisi lain, aparat wajib mengamankan wilayah, supaya tetap kondusif. Menurutnya pencegahan lebih efektif, dibandingkan terus terusan menindak.

Sebelum pembacokan di dekat lapangan desa Sumber ini, peristiwa ketegangan antar pemuda saat pentas dangdut pasca Lebaran, juga terjadi di desa Sekarsari dan Megulung Kec. Sumber. Yang memprihatinkan, pelaku selalu membawa senjata tajam. Korban luka tidak hanya dari warga biasa, tetapi anggota Polsek Sumber juga ikut terluka kena lemparan batu, saat bermaksud melerai.

Kaserin, seorang tokoh pemuda di kecamatan Sumber berharap polisi bertindak tegas bagi pembawa senjata tajam yang membuat onar. Selain terkena pasal penganiayaan, pelaku mustinya bisa terjerat Undang Undang Darurat No 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Kalau tidak diproses hukum, biasanya pelaku semakin berani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *