Flash News
No posts found

Ditanami 4 Pohon Pisang, DPU Belum Bergerak

Jalan raya Rembang – Pamotan digenangi air dari sawah.

Jalan raya Rembang – Pamotan digenangi air dari sawah.

Pamotan – Kubangan air di jalan raya Rembang – Pamotan, tepatnya dekat Balai Benih Ikan (BBI) Pamotan sangat membahayakan pengguna jalan. Sudah sering kali pengendara sepeda motor terjatuh, karena terperosok ke dalam lubang menganga yang tertutup air. Kubangan tersebut hampir memenuhi separuh badan jalan, setelah luapan air dari sawah di selatan jalan terus menggelontor. Hal itu diperparah bekas tanah kerukan kolam Balai Benih Ikan, yang menumpuk di pinggir jalan.

Muslim (56 tahun), warga desa Ringin Kec. Pamotan menuturkan kondisi jalan raya Rembang – Pamotan umumnya sudah mulus. Banyak pengguna jalan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Mereka tidak mengira kalau ada sebuah kubangan, sehingga ketika pengendara motor dari arah timur, rawan terjatuh, apalagi saat malam hari ditengah suasana gelap.

Petani yang punya sawah di dekat lokasi jalan rusak ini menimpali dulu terdapat gorong gorong kecil untuk mengalirkan air di bawah aspal. Tetapi semenjak pembangunan talud sebelah utara jalan, saluran justru tertutup talud. Kemungkinan pekerja tidak tahu, sehingga sampai sekarang air menggenangi jalan. Lama tidak ada penanganan, sejumlah warga nekat menanami lubang itu dengan empat pohon pisang sebagai penanda, supaya masyarakat yang melintas lebih hati hati.

Petugas Balai Benih Ikan (BBI) Pamotan, Oki Lianto (23 tahun) mengaku selama penataan kolam, kemudian tanah kerukan dibuang ke pinggir jalan, pihaknya tidak sampai mengingatkan, karena sibuk memindahkan 20 ribuan ekor bibit ikan nila ke kolam penampungan lainnya. Pembuangan tanah sepenuhnya menjadi tanggung jawab sopir dan pelaksana proyek.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang, Raharjo mengatakan pihaknya sudah mengetahui sejumlah titik kerusakan di jalan raya Pamotan – Rembang.

Khusus untuk kubangan air sebelah barat desa Pamotan, solusinya dengan membuat saluran baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *