Flash News
No posts found

Lomban Dihentikan, Ingat Tragedi Jepara

Perahu peserta lomban, bersiap mencari penumpang.

Perahu peserta lomban, bersiap mencari penumpang.

Rembang – Pengelola obyek wisata Dampo Awang Beach Taman Kartini Rembang menghentikan tradisi lomban atau pesiar laut dengan perahu, setiap memasuki pukul satu siang. Diatas jam itu, ombak besar dan angin kencang mulai datang, sehingga cukup membahayakan peserta lomban.

Letda Hartono, Komandan Pos TNI Angkatan laut Rembang menjelaskan jarak lomban sudah dibatasi, maksimal hanya sampai ke Pulau Gede. Pihaknya telah memasang bendera sebagai tanda, yang harus dipatuhi oleh pengemudi perahu.

Murwadi, pengelola obyek wisata DAB Taman Kartini Rembang menuturkan kuatnya arus laut bisa mengakibatkan perahu terbalik. Daripada terlalu beresiko, lebih baik peserta lomban mengantisipasi, dengan menahan hasrat pesiar laut. Peristiwa lomban di Jepara yang menewaskan 8 orang akibat kapal tenggelam, membuatnya lebih berhati hati. Tentu setiap kali penghentian lomban, harus mengacu perintah dari aparat gabungan TNI Angkatan Laut dan Polair Polres Rembang.

Murwadi menambahkan hari Jumat (16 Agustus 2013), pengunjung tradisi Syawalan di obyek wisata DAB Taman Kartini tergolong masih ramai, meski puncak ledakan wisatawan berlangsung hari Kamis kemarin.

Yang ditonjolkan untuk menyedot pengunjung adalah pentas musik dangdut. Targetnya hingga hari Minggu 18 Agustus nanti, 90 ribu wisatawan bisa masuk. Ia optimis tercapai, karena masih ada anggapan ditengah masyarakat, bahwa belum berlebaran ketupat, kalau tidak datang ke Taman Kartini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *