Flash News
No posts found

Massa Protes, Pelaku Pembacokan Belum Dibekuk

Massa warga desa Pangkalan berdemo di depan Mapolsek Sluke.

Massa warga desa Pangkalan berdemo di depan Mapolsek Sluke.

Sluke – Sekira 80 an orang warga desa Pangkalan Kec. Sluke, Jumat (16 Agustus 2013) sekira pukul 13.30 wib menggeruduk Mapolsek Sluke, menuntut supaya kasus pembacokan terhadap tiga orang pemuda desa Pangkalan, diusut.

Massa datang dengan mengendarai sepeda motor. Begitu tiba, mereka langsung membentangkan sejumlah poster tuntutan, isinya supaya polisi bertindak tegas dan jangan main main dalam menangani kasus kekerasan ini.

Zaenudin (30 tahun), salah satu warga desa Pangkalan yang menjadi korban pembacokan menceritakan awal mula ketegangan terasa saat pemuda desa Pangkalan dan pemuda desa Blimbing, asyik mangkal di dua warung berbeda, di desa Langgar Kec. Sluke, pada malam takbiran. Nyaris berujung adu jotos, dirinya berniat melerai. Permasalahan waktu itu dianggap sudah selesai. Tapi ketika Zaenudin bersama sejumlah rekannya akan pulang, tiba di depan MTS Sluke, mendadak dihadang lagi pemuda desa Blimbing. Ada tersangka mengeluarkan senjata tajam, kemudian membabi buta membacokkan ke arah pemuda desa Pangkalan. Tiga orang terluka, masing masing Zaenudin, Arif Gunawan (15 tahun) dan Danang (22 tahun). Zaenudin sendiri menderita luka di bagian lambung dan lengan kiri.

Warga desa Pangkalan yang berdemo, berulang kali berteriak teriak dari luar Mapolsek, mendesak polisi serius memproses peristiwa tersebut.

Kapolsek Sluke, AKP Joko Purnomo mengatakan berdasarkan keterangan korban, memang nama nama tersangka sudah dikantongi. Tapi pihaknya tidak bisa gegabah menangkap. Perlu penyelidikan lebih dulu, termasuk mengumpulkan bukti bukti. Polsek Sluke juga sudah berulang kali mencari keberadaan tersangka, sayangnya sampai sekarang belum tertangkap.

Satu jam lebih, massa pemuda desa Pangkalan berada di Polsek Sluke, karena menunggu penegasan dari Kapolsek. Tapi setelah aparat berjanji akan mengusut tuntas kasus pembacokan itu, massa baru mau membubarkan diri.

Untuk mencegah aksi anarkhis, anggota Polres Rembang ikut dikerahkan, membantu pengamanan di Mapolsek Sluke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *