Flash News
No posts found

“Korban Bersemangat, Jadi Seksi Dokumentasi Penutupan…”

Sejumlah pengajar Universitas Ronggolawe, mengecek kondisi jasad Anisa Anggraheni di rumah sakit Dr R Sutrasno.

Sejumlah pengajar Universitas Ronggolawe, mengecek kondisi jasad Anisa Anggraheni di rumah sakit Dr R Sutrasno.

Rembang – Kepergian Anisa Anggraheni (21 tahun), warga desa Jepat Kec. Tayu Pati, mahasiswi smester VI Jurusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) Universitas Ronggolawe (UNIROW) Tuban, mengundang kesedihan mahasiswa dan para pengajar. Anisa selama ini menempuh kuliah yang dibuka UNIROW di sekolah SMK Muhammadiyah Rembang.

Ali Murdiono, salah satu mahasiswa bercerita ada 10 orang ikut kuliah kerja nyata (KKN) di desa Bonang Kec. Lasem, termasuk Almarhumah Anisa Anggraheni. Menurut rencana, hari Selasa, tanggal 20 Agustus 2013, baru akan berakhir. Sebelumnya Anisa cukup bersemangat, ketika memperoleh tugas sebagai seksi dokumentasi kegiatan penutupan. Ketika Sabtu siang, Ali Murdiono akan pulang ke rumahnya di desa Ronggo Kec. Jaken Pati, langsung terhenyak kaget, begitu mengetahui korban dan seorang teman prianya, Eko Purnomo (17 tahun), mengalami kecelakaan di jalur Pantura desa Pasar Banggi Rembang. Ia ikut mengevakuasi jenazah korban, kemudian menelfon sejumlah mahasiswa dan pengajar UNIROW. Tak ada firasat sama sekali, bahwa Anisa akan pergi untuk selamanya.

Budiyono, pengajar di Universitas Ronggolawe menuturkan selama ini Almarhumah Anisa Anggraheni dikenal sebagai sosok yang baik dan aktif. Menurutnya saat KKN, mahasiswa memang tidak dikarantina, tetapi memungkinkan bisa pulang pergi, menyesuaikan dengan program yang akan dikerjakan.

Kepala Desa Bonang Kec. Lasem, Syaeful Sodiqin mengaku cukup kaget, setelah mendengar mahasiswi yang KKN di desanya meninggal dunia, karena kecelakaan. Ia menyampaikan turut berbela sungkawa, apalagi para mahasiswa sudah berjasa memperhatikan kemajuan desa Bonang, dengan menggelar bersih bersih lingkungan dan membantu jaringan listrik bagi warga tidak mampu.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Sugino didampingi penyidik kecelakaan menuturkan sopir truk gandeng, Ahmad Sulaeni (45 tahun), warga Lumajang Jawa Timur akan ditetapkan menjadi tersangka. Ia dijerat pasal 310 Undang Undang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sopir dianggap lalai memarkir kendaraan, lantaran memakan badan jalan.

Sebagaimana kami beritakan sebelumnya, dua orang berboncengan sepeda motor tewas, karena motor mereka menabrak truk gandeng parkir di pinggir jalur Pantura desa Pasar Banggi Rembang, Sabtu siang. Korban tewas, Anisa Anggraheni dan teman prianya Eko Purnomo, keduanya sama sama warga desa Jepat Kec. Tayu Pati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *