Flash News
No posts found

Peserta Sepelekan Pelampung

Salah satu tim dayung mengangkat tangan, begitu masuk garis finish. Beberapa orang tampak tidak mengenakan pelampung.

Salah satu tim dayung mengangkat tangan, begitu masuk garis finish. Beberapa orang tampak tidak mengenakan pelampung.

Rembang – Sejumlah peserta lomba perahu naga di Rowosetro, timur desa Tireman Rembang, menolak menggunakan pelampung life jacket, padahal sarana keselamatan tersebut sangat penting. Kalau sampai korban terjatuh ke dalam air, maka peserta tetap akan terapung. Diduga peserta menolak, karena merasa sudah lihai berenang.

Supradja, Asisten II Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Setda Rembang yang membuka kegiatan, mewakili Bupati Moch. Salim menekankan apapun alasannya, peserta wajib memakai pelampung. Jangan sampai disepelekan. Bahkan ia berpendapat, peserta dilarang ikut lomba saja, kalau enggan mengenakan pelampung.

Supradja menganggap even olahraga dayung cukup bagus untuk menarik minat kawula muda menggeluti cabang tersebut. Apalagi potensi bibit unggul di daerah pesisir pantai utara Rembang melimpah, sehingga kedepan pengurus cabang persatuan olahraga dayung seluruh indonesia, perlu merancang program pembinaan prestasi secara berkesinambungan.

Salah satu peserta asal Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab. Rembang, Isat Madiyanto mengaku baru kali pertama ini ikut lomba dayung. Sebelumnya mencoba latihan beberapa kali. Menurut Isat, kekuatan dan kekompakan mendayung menjadi kunci utama. Agak sulit memang, tetapi timnya akan bertarung sekuat tenaga.

Lomba dayung antar instansi dan sekolah di Rowosetro, hari Minggu (18 Agustus 2013) langsung menyedot ribuan penonton. Mereka memadati pinggir rowo, meski cuaca panas terik. Beberapa warga menganggap pertarungan antar peserta luar biasa seru, lebih lebih ketika bendera start mulai dikibarkan, perahu naga yang diisi masing masing 12 orang, saling beradu kecepatan.

Lomba dayung akhirnya dimenangkan MAN Lasem sebagai juara I, kemudian PD BPR BKK Lasem menempati urutan ke II dan SMK Muhammadiyah Rembang juara III. Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Rembang, Sanuri menuturkan panitia tidak terlalu memperketat kriteria anggota tim peserta. Banyak instansi yang mengajak warga dari luar. Hal itu diperbolehkan, karena even Rembang Boat Race Bupati Cup lebih bertujuan untuk mengenalkan cabang olahraga dayung kepada masyarakat luas.

1 Komentar

  1. sukron

    Saking asyiknya memperkuat barisan koruptor rembang yg dimpin oleh hamzah fsthoni.. supraja lali yen juli kemaren sudah pensiun…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *