Flash News
No posts found

Jualan Di Kampus, Pernah Sehari Hanya Makan Gorengan

Retno Dewi Ariska.

Retno Dewi Ariska.

Pancur – Sebagai mahasiswi yang memperoleh beasiswa dalam program Bidik Misi (beasiswa pendidikan bagi mahasiswa berprestasi), menjadikan dana bantuan dari pemerintah sebagai sumber satu satunya untuk kuliah. Pernah suatu ketika pencairan Bidik Misi terlambat, sehingga harus berjualan makanan kecil di kampus. Bahkan sempat pula hanya makan gorengan, sekedar untuk mengganjal perut. Kami hadirkan kisah seorang siswi berprestasi asal kabupaten Rembang, yang kini menempuh bangku kuliah di Universitas Diponegoro Semarang.

Namanya Retno Dewi Ariska (19 tahun), gadis berparas ayu ini tinggal di desa Johogunung Kec. Pancur. Ia lulus pada tahun 2012 lalu dari SMAN Pamotan. Kala itu orang tuanya sudah angkat tangan, tidak bisa membiayai kuliah. Maklum ayahnya Yarno sebagai petani dengan sawah garapan pas pasan, sedangkan sang ibu, Marini berjualan sayuran di Pasar Pamotan. Penghasilan mereka hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari hari. Retno Dewi Ariska kemudian nekat mengikuti tes di sejumlah perguruan tinggi negeri, karena ada peluang kuliah gratis bagi mahasiswa dari keluarga miskin. Kebetulan diterima pada jurusan ilmu perpustakaan Universitas Diponegoro Semarang. Ia sangat terharu, apalagi selama di Semarang banyak hal tak terduga, seperti mendapatkan tumpangan kost dan ongkos naik ojek gratis. Menggeluti ilmu perpustakaan, awalnya agak susah. Lama kelamaan mulai menikmati, semisal belajar menulis hingga menata buku di rak, yang ternyata tidak boleh sembarangan.

Pada awal semester I, cobaan mulai menderanya. Dana bantuan Bidik Misi sebesar Rp 600 ribu per bulan, yang dijanjikan turun pada September, justru molor sampai bulan Januari. Setiap hari menangis meratapi kendala tersebut. Pernah suatu hari tinggal mengantongi dua ribu rupiah, dibelikan 4 biji gorengan untuk mengganjal perut. Terlintas niat ingin pulang saja, tapi Retno memilih tetap bertahan. Nafasnya bisa sedikit lega, ketika uang bantuan dari pemerintah cair juga. Kedepan berharap pencairan dana program Bidik Misi selalu tepat waktu, karena sangat ditunggu tunggu.

Perjuangan Retno tak berhenti sampai disitu. Lahir dari keluarga tidak mampu, sudah biasa setiap hari menghadapi masalah kesulitan keuangan. Ia juga mencoba berjualan makanan kecil di kampus, karena uang simpanan tersisa Rp 60 ribu untuk jatah sebulan. Menurutnya tak perlu malu, kalau yang dikerjakan halal. Lantaran dagangan laku, dari sisa keuntungan bisa untuk menopang biaya makan dan uang kost.

Soal kamar kost, Retno Dewi Ariska juga termasuk mahasiswi petualang. Hampir tak pernah ada habisnya, ia terus mencari tempat kost yang tarifnya lebih murah. Dulu kali pertama bayar Rp 450 ribu per bulan, tetapi setelah berpindah pindah, sekarang memperoleh kamar seharga Rp 275 ribu, ditempati berdua dengan mahasiswi tidak mampu lainnya, dari desa Trenggulunan Kec. Pancur.

Mungkin karena terlalu sering merasakan pahitnya kehidupan di Semarang, berat badan Retno merosot tajam. Beberapa waktu lalu mendekati angka 50 kilo gram, tetapi kini tinggal 44 kilo gram. Sambil tersenyum, Retno menimpali yang penting tetap bisa kuliah.

Retno yang masih tercatat sebagai anggota Dewan Kerja Ranting Pramuka kecamatan Pancur itu, berangan angan menjadi manajer sebuah perpustakaan. Kalau tercapai, ia ingin membahagaiakan orang tuanya dan memberikan manfaat ilmunya bagi orang lain.

9 Komentar

  1. Orang Pinggiran

    Salut banget buat dik Retno, semoga selalu sehat dan sukses masa depannya.

  2. Charis kurniawan

    Kalo mau kasih bantuan, dikirim kemana?

  3. Anis

    Ada nmr rekening Mandiri nggak, mau sdkt mambantu

  4. retno dewi ariska

    terimakasih untuk koment dan doanya, semoga Allah mendengar doa kalian, amiin

  5. Rais

    Dik Retno, tlg dikasih aja nomor rekeningnya melalui website ini. Kami tulus ikhlas kok, ingin bantu. Ayo kawan kawan, kita ringankan beban saudara kita ini.

  6. ADMIN

    Admin sudah berusaha tanya kepada Saudari Retno Dewi Ariska. Yang bersangkutan bilang tidak hafal nomor rekeningnya, karena buku tabungan ditinggal di kost SMG.
    Sedangkan sementara ini, Retno DA masih bantu2 bapak ibunya di kampung halamannya, Johogunung Kec. Pancur.

  7. MS

    Kalau bapak ibu mas mbak ingin bantu mahasiswi tidak mampu ini, bisa dikirimkan ke nomor rekening 136-00-1154553-7.

    Retno DA sebenarnya merasa tidak enak, tapi setelah beberapa kali didesak, akhirnya mau juga ngasih no rekeningnya. Kami yakin banyak diantara kita yang memaknai kehidupan akan lebih hidup, dengan saling membantu sesama.

    Semoga bantuan bermanfaat dan pemberi mendapatkan berkah yg melimpah. amien.

  8. joko duratmoko

    tetep semangat mbak aris. semoga apa yg menjadi cita2mu dikabulkan Allah SWT amin….

  9. chate03

    congratulation dek retno moga tercapai semua keinginan dan cita2 nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *