Flash News
No posts found

Pantura Gelap Berujung Petaka

Aiptu Heri Yulianto menunjukkan sepeda motor Yamaha Vixion yang tergolong masih baru.

Aiptu Heri Yulianto menunjukkan sepeda motor Yamaha Vixion yang tergolong masih baru.

Lasem – Kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura dekat jembatan desa Sendangasri Kec. Lasem, Minggu sekira pukul 20.30 WIB. Tabrakan melibatkan dua buah sepeda motor. Dalam peristiwa itu, seorang korban tewas dan satu korban lainnya menderita luka berat.

Awalnya, ada sepeda motor Yamaha Vixion dari arah utara ke selatan, dikendarai Rizqi Putra Pratama (17 tahun), memboncengkan Heru Wibowo (18 tahun), keduanya warga desa Jurangjero Kec. Sluke. Tiba di jalur Pantura desa Sendangasri, motor tersebut menabrak sepeda motor Yamaha Mio yang berjalan searah di depannya. Motor Mio dikendarai Kundi warga desa Bonang Kec. Lasem, memboncengkan Nurul Khoimah (17 tahun) warga desa Soditan Kec. Lasem. Yang menjadi korban, semua pembonceng. Heru Wibowo tewas dalam perjalanan ke rumah sakit Dr R Sutrasno, sedangkan Nurul Khoimah luka berat pada bagian kepala.

Kepala Pos II Lalu Lintas Lasem, Aiptu Heri Yulianto menjelaskan polisi bersama warga langsung berinisiatif menolong korban dan meminggirkan motor, karena sempat mengakibatkan arus kendaraan tersendat.

Pihaknya menganggap kondisi jalur Pantura antara desa Soditan hingga Tasiksono gelap gulita pada malam hari. Diduga pengendara motor Yamaha Vixion memacu dengan kecepatan tinggi. Kalau pandangan terganggu oleh lampu kendaraan dari arah berlawanan, tentu akan cukup beresiko. Ia berharap pemerintah menambah jumlah lampu penerangan jalan umum, untuk mengurangi angka kecelakaan.

Sementara itu, jenazah Heru Wibowo, warga desa Jurangjero Kec. Sluke dimakamkan di pemakaman umum setempat, Senin pagi (19 Agustus 2013).

Kepergian pemuda yang masih berstatus sebagai pelajar ini, menyisakan duka dikalangan keluarga dan rekan rekan korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *