Flash News
No posts found

Api Semakin Membesar, Sutriman Tewas

Pembakaran di bekas lahan tebu wilayah Pamotan, api merembet cepat.

Pembakaran di bekas lahan tebu wilayah Pamotan, api merembet cepat.

Pamotan – Warga desa Sendangagung Kec. Pamotan digegerkan oleh adanya seorang warga yang tewas di dekat lokasi pembakaran lahan tebu pasca panen, Senin petang seusai waktu Maghrib.

Korban tewas yakni Sutriman, usia sekira 50 an tahun, warga desa Sendangagung Kec. Pamotan. Menurut keterangan sejumlah saksi, awalnya Sutriman diperintah untuk membakar sisa sisa daun tebu bekas panenan, yang banyak berserakan di lahan milik Tarmuji. Saat itu api menjalar sangat cepat ke lokasi lain, sehingga membuat Sutriman kewalahan memadamkan. Dipuncak rasa bingung, ia memilih menyingkir dari kepungan si jago merah, kemudian bersembunyi di sebuah parit, berjarak 30 meter dari titik pembakaran lahan.

Kapolsek Pamotan, AKP Kisworo menjelaskan bersama dengan Tim Identifikasi Polres Rembang dipimpin Kaur Binops Reskrim, Iptu Wahda Maulidiawati mendatangi lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Pamotan, tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga penyebab kematian Sutriman, karena penyakit jantungnya kambuh, begitu melihat kobaran api semakin membesar.

AKP Kisworo menambahkan di kecamatan Pamotan cukup banyak lahan tebu. Setiap selesai panen, lahan pasti akan dibakar, karena petani percaya hal itu berfungsi sebagai pupuk dan mampu meningkatkan kesuburan tanah. Maka ia menghimbau masyarakat lebih waspada, aktivitas pembakaran harus tetap terukur.

Sementara itu jenazah Sutriman, Selasa pagi (20 Agustus 2013) dimakamkan di pemakaman umum desa Sendangagung Kec. Pamotan. Tangis keluarga korban langsung pecah, saat keranda jenazah dibawa menuju peristirahatan terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *