Flash News
No posts found

Limbah Semakin Mengancam, Warga Datangi DPRD

Anang (baju putih) menyampaikan sejumlah tuntutan, salah satunya masalah limbah PT Holi Mina Jaya.

Anang (baju putih) menyampaikan sejumlah tuntutan, salah satunya masalah limbah PT Holi Mina Jaya.

Rembang – Sekira 20 an orang warga desa Sendangmulyo Kec. Sluke, gabungan bersama elemen yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Pantura (Gempar) dan Lembaga Penegak Keadilan (LPK) mendatangi gedung DPRD Rembang, hari Selasa (20 Agustus 2013).

Salah satu tuntutan yang mereka sampaikan yakni terkait limbah pabrik pengolahan surimi PT Holi Mina Jaya desa Sendangmulyo Kec. Sluke, diduga langsung dibuang ke laut, melalui pipa bawah tanah. Ketua Lembaga Penegak Keadilan, Anang menjelaskan kalau limbah mengandung bahan kimia mencemari laut, maka akan merugikan nelayan kecil. Keluhan yang pernah muncul, hasil tangkapan rajungan menurun, dibandingkan sebelum ada pabrik. Memang pihaknya tidak bisa langsung menyimpulkan hal itu disebabkan limbah pabrik, karena membutuhkan kajian secara ilmiah. Anang tetap menyayangkan pabrik sekelas PT Holi Mina Jaya yang sudah mengekspor hasil olahan surimi, justru tidak mengoptimalkan bak penampungan limbah.

Mashudi, dari Gerakan Masyarakat Pantura (Gempar) menuturkan selain mengancam rajungan, limbah pabrik juga memicu keresahan pemilik tambak udang. Ia mengetuk perhatian pemerintah dan DPRD Rembang, supaya lebih peka terhadap penderitaan masyarakat kecil. Jangan asal membuka kran investasi, tanpa memikirkan efek negatif terhadap lingkungan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Rembang, Purwadi Samsi menyatakan pihaknya sudah pernah melayangkan surat peringatan kepada PT Holi Mina Jaya, untuk mematuhi standar baku sebuah pabrik.

Ia berjanji akan melakukan pengecekan ulang. Tapi menurutnya semua berpulang pada komitmen pengelola pabrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *