Flash News
No posts found

Proyek Embung Asal Jadi, Nyawa Siapa Berikutnya ?

Seorang ibu menunjukkan kepada anaknya, embung di selatan desa Kasreman yang telah merenggut dua nyawa.

Seorang ibu menunjukkan kepada anaknya, embung di selatan desa Kasreman yang telah merenggut dua nyawa.

Rembang – Sejumlah orang tua di desa Kasreman Kec. Rembang Kota mengaku sulit setiap saat harus mengawasi anak mereka bermain. Apalagi kalau melihat penampungan air, sebagian besar anak anak berhasrat untuk datang ke tempat tersebut. Bahkan cenderung susah diingatkan. Keluhan itu mencuat, setelah proyek pembangunan embung di sebelah selatan desa Kasreman Kec. Rembang Kota, menelan dua korban nyawa. Dua anak tewas tenggelam merupakan saudara sepupu, masing masing Ahmad Syaefullah Yusuf dan Deden Yuliansyah.

Salah satu warga desa Kasreman, Rasmani mengaku anaknya termasuk sangat suka bermain di embung, meski berulang kali sudah diingatkan. Ia sendiri hampir setiap hari sibuk bekerja, sedangkan pengawasan dilakukan oleh isterinya. Itupun terbatas, apalagi kalau bersamaan dengan rutinitas rumah tangga menumpuk. Tapi seusai peristiwa dua anak meninggal dunia di dalam embung, tentu akan menjadi bahan pembelajaran sangat berharga bagi masyarakat setempat.

Pendapat serupa diungkapkan warga desa Kasreman lain, Pardi. Meski anaknya perempuan, namun beberapa kali ketahuan asyik bermain ke embung, lantaran diajak teman sebayanya.

Menurut Pardi di desa Kasreman, ada empat embung berukuran lumayan besar. Belum lama ini, pernah seorang anak juga tenggelam di embung baru, timur desa Kasreman. Korban sempat koma di rumah sakit, tapi akhirnya masih bisa diselamatkan. Ia berharap pemerintah jangan hanya sekedar membangun embung, idealnya sarana antisipasi keselamatan juga diperhatikan, semisal pagar, penanda kedalaman embung dan papan peringatan larangan mandi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Suharso mengakui tidak semua embung dilengkapi sarana yang memadai. Tapi belakangan sejumlah proyek embung dari anggaran provinsi, sudah dipasangi pagar maupun papan peringatan. Menurutnya pemerintah desa perlu ikut peduli, minimal memasang peringatan “Awas, Dilarang Mandi”, untuk mengurangi jatuhnya korban sia sia di dalam embung, yang memang selama ini sudah sering terjadi di kabupaten Rembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *