Flash News
No posts found

Pelaku Meninggalkan Motor Curian, Alasannya?

Korban pencurian, Ahmadi menceritakan peristiwa pencurian di rumah salah satu perangkat desa Trahan Kec. Sluke.

Korban pencurian, Ahmadi menceritakan peristiwa pencurian di rumah salah satu perangkat desa Trahan Kec. Sluke.

Sluke – Dalam semalam, pencuri menyatroni tiga rumah warga di desa Trahan Kec. Sluke, Kamis dini hari (22 Agustus 2013). Kemungkinan karena kerepotan, pelaku bahkan sempat meninggalkan sebuah sepeda motor curian.

Menurut informasi yang dikumpulkan dari lokasi kejadian, diperkirakan jumlah pelaku lebih dari dua orang. Mereka kali pertama masuk ke rumah Makruf, 100 meter belakang SD Negeri Trahan, menggondol uang Rp 3,5 juta. Kemudian bergeser ke rumah Abdul Wahab, menyikat sebuah laptop, HP dan sejumlah uang. Yang terakhir masuk ke rumah Kasrup, kali ini pelaku membawa kabur dua buah sepeda motor, jenis Yamaha Mio J bernomor polisi K 2930 JM dan Kawasaki Kaze. Jarak rumah korban saling berdekatan. Dugaan kawanan pelaku merupakan kelompok yang sama, terlihat dari cara masuk rumah dengan mencongkel jendela maupun pintu belakang. Selain itu, saat berada di rumah terakhir, pelaku meninggalkan dompet milik korban lain.

Ahmadi, salah satu anak Kasrup mengatakan pencurian diketahui saat ayahnya berteriak teriak minta tolong, memberitahukan bahwa dua motor hilang. Waktu itu, pintu depan dan belakang rumah, dalam keadaan terbuka. Sekira pukul lima pagi dini hari, ia menerima kabar bahwa di pinggir jalur Pantura desa Leran Kec. Sluke, terdapat sebuah motor Kawasaki Kaze tergeletak. Ia langsung mengecek ke sana, ternyata benar, sepeda motor tersebut miliknya. Ahmadi mensinyalir motor ditinggal pencuri, karena salah satu ban kempes dan bensin habis.

Motor Kaze itu selanjutnya diamankan petugas Polsek Sluke, untuk bahan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan motor Yamaha Mio J seharga Rp 13 jutaan berhasil dibawa pelaku.

Salah satu perangkat desa Trahan Kec. Sluke, Asrori mengaku cukup prihatin atas kejadian ini. Menurutnya pihak desa akan segera melakukan pembahasan, termasuk wacana menghidupkan kembali sistem keamanan keliling (Siskamling), untuk menekan angka pencurian.

Tiga korban pencurian, sampai dengan Kamis siang masih dimintai keterangan penyidik Polsek Sluke. Mereka rata rata heran terhadap kawanan pelaku yang sangat memahami situasi lingkungan sekitar TKP.

Kapolsek Sluke, AKP Joko Purnomo mengatakan pihaknya masih mendalami kasus pencurian tersebut. Belum ada kesimpulan yang mengarah pada identitas pelaku.

1 Komentar

  1. BERTRAND

    Ayo utk warga trahan wetan ini pelajaran buat kalian,,tingkatkan lg keamanan kampung,buat aparat desa ayo motivasi warga biar sregep siskampling lg,,!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *