Flash News
No posts found

Warga Tuding Ada Cara Kotor, Pemilik Lahan Tertekan

Aktivitas beckhoe dan truk pengangkut tanah uruk di selatan Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke.

Aktivitas beckhoe dan truk pengangkut tanah uruk di selatan Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke.

Sluke – Sejumlah warga desa Sendangmulyo Kec. Sluke menduga ada praktek praktek kotor dalam aktivitas penambangan tanah uruk dan pembebasan lahan di selatan Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke. Menurut rencana kawasan tersebut, kelak akan dijadikan pusat insdustri, termasuk salah satunya pabrik semen PT Semen Indonesia Rembang (SIR).

Dahlan Suyuti, seorang warga desa Sendangmulyo Kec. Sluke menuturkan pernah ada warga setempat enggan menjual lahannya. Tapi belakangan tanah semakin tergerus, lantaran kanan kirinya sudah selesai ditambang. Muncul dugaan karena kesengajaan oknum operator alat berat, supaya pemilik lahan khawatir. Teror tidak langsung itu, membuat warga terpaksa harus merelakan tanah mereka. Dahlan juga pesimis, keberadaan pelabuhan dan pabrik berskala besar akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di desa Sendangmulyo.

Pendapat serupa diungkapkan warga desa Sendangmulyo lainnya, Widagdo. Ia mencontohkan untuk bisa memasok tanah uruk selama proyek reklamasi pelabuhan Tanjung Bonang dimonopoli oleh kelompok tertentu. Warga desa sekitar proyek sangat jarang dilibatkan, paling tinggi hanya menduduki posisi pengatur lalu lintas keluar masuk armada truk atau petugas Satpam.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono menegaskan tidak ada pembebasan lahan, selama penggarapan proyek pelabuhan. Kalau proyek lain, ia tidak tahu menahu. Suyono menimpali pelabuhan baru pada masa awal pembangunan. Kalau besok pengangkutan barang dan penumpang mulai menggeliat, sudah pasti semakin banyak menyedot jumlah pekerja. Tentu akan memprioritaskan tenaga kerja lokal, sesuai tingkat kompetensi masing masing.

Menyangkut informasi pemasok tanah uruk dalam proyek pelabuhan, Suyono berjanji akan menyampaikan kepada pihak pelaksana. Diharapkan ada pembagian, sehingga potensi sumber daya manusia lokal bisa lebih diberdayakan.

1 Komentar

  1. BERTRAND

    buat warga sluke khususnya warga sendang mulyo,,tegakah kalian melihat alam yg tlh kalian tempati mengalami ketidakseimbangan,,,????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *