Flash News
No posts found

“Setiap Hari, Saya Menerima Ibu Ibu Nangis…”

Sebuah truk melintas di depan bangunan yang akan digusur.

Sebuah truk melintas di depan bangunan yang akan digusur.

Rembang – Setelah pemerintah kabupaten Rembang berencana menggusur puluhan bangunan di sebelah barat obyek wisata Taman Kartini, warga yang menempati lokasi tersebut cukup resah. Di wilayah RT 05 RW 03 desa Tasikagung itu, sedikitnya ada 27 bangunan, memanjang dari pinggir pantai sampai mendekati jalur Pantura. 10 unit merupakan warung, sedangkan 17 lainnya ditempati sebagai hunian warga, mayoritas adalah kaum pendatang.

Supeno, seorang warga asli desa Babagan Kec. Lasem menjelaskan dirinya sudah menempati sebuah bangunan terbuat dari kayu di sebelah barat Taman Kartini, sejak sembilan tahun lalu. Kebetulan ia bekerja sebagai buruh bongkar ikan di pelabuhan Tasikagung, sehingga mencari hunian yang dekat dengan tempat bekerja. Kalau nantinya digusur, Supeno merasa cukup berat. Tapi karena memang bukan tanahnya, pria berusia 55 tahun ini memilih pasrah.

Ketua RT 05 RW 03 desa Tasikagung, Ramlan menyatakan pemerintah kabupaten sama sekali belum melakukan sosialisasi, terkait rencana penggusuran. Hampir setiap sore, rumahnya didatangi warga yang menempati bangunan tersebut. Bahkan sebagian ibu ibu menangis, bingung harus tinggal dimana lagi. Ramlan berharap ada solusi terbaik, termasuk menyediakan tempat baru bagi pemilik warung. Menurutnya profesi berjualan nasi, sudah menjadi sumber ekonomi selama puluhan tahun. Kalau digusur begitu saja, apa tidak kasihan mereka ?

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kab. Rembang, Sunarto menjelaskan secara hukum pihaknya bisa saja langsung menggusur, karena tanah tersebut milik Pemkab. Namun pemerintah masih mempunyai rasa kemanusiaan, berencana menganggarkan dana Rp 165 juta pada APBD Perubahan tahun ini, akan disalurkan kepada warga sebagai uang tali asih.

Sunarto menambahkan semula penggusuran akan berlangsung tanggal 20 Agustus 2013 lalu. Tetapi diundur, sambil menunggu cairnya uang tali asih. Penggusuran tersebut dimaksudkan untuk memperlebar akses jalan keluar masuk, menuju Pelabuhan Tasikagung.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Suparman memprediksi setelah kondisi Pelabuhan Tasikagung selesai ditata, arus kendaraan akan semakin padat. Maka pelebaran jalan menjadi kebutuhan yang mendesak dan perlu segera disiapkan dari sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *