Flash News
No posts found

Tersangka Menyamar, Korban Hamil 7 Bulan

Barang bukti kasus asusila di Lasem.

Barang bukti kasus asusila di Lasem.

Lasem – Berpura pura menjadi anggota yang masih menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil), seorang pria nekat menyetubuhi gadis dibawah umur, hingga hamil. Peristiwa mengenaskan ini terjadi di sebuah desa di kecamatan Lasem. Modus tersangka pelaku cukup unik, bahkan langsung mengundang tawa siapapun yang mendengar kasus tersebut.

Tersangka berinisial Krd (35 tahun), sehari hari bekerja sebagai nelayan. Awalnya Krd tahu bahwa orang tua korban, sebut saja Bunga (17 tahun), sangat mendambakan menantu anggota TNI, karena kebetulan tetangga dekat. Tersangka kemudian datang ke rumah Bunga, mengaku masih pendidikan di Akademi Militer. Setiap kali datang, selalu mengenakan pakaian ala TNI, tetapi mukanya ditutupi dengan selembar kain slayer dan memakai helm. Ia berdalih hal itu merupakan perintah pimpinan, sehingga kain penutup muka tidak boleh dilepas.

Setelah beberapa kali datang dan mengelabui orang tua Bunga, Krd pun mulai lebih berani. Tersangka menyetubuhi korban, bahkan sampai hamil. Suatu hari, warga setempat yang merasa penasaran, telah siap menjebak tersangka pelaku. Begitu Krd muncul lagi, massa buru buru mendesaknya. Semula menolak melepas kain penutup muka. Tapi karena warga terus mengancam, tersangka akhirnya pasrah. Setelah wajah tersangka terlihat, warga kaget bukan main, begitu tahu ternyata tetangga mereka sendiri, sama sama satu desa. Masyarakat selanjutnya menyerahkan Krd kepada Polsek Lasem.

Kepala Unit Reskrim Polsek Lasem, Aiptu Sudarsono menjelaskan tersangka sempat menjadi sasaran pemukulan, karena warga dan keluarga korban merasa telah dibohongi.

Aiptu Sudarsono menambahkan pihaknya tidak berhak menangani kasus itu, karena korbannya masih dibawah umur. Pemeriksaan tersangka dan korban langsung diserahkan oleh Polsek, kepada Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak Satreskrim Polres Rembang.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Joko Santoso menuturkan penyidik menyita sebuah slayer penutup muka, celana bermotif loreng, sarung tangan dan sepatu lars panjang sebagai barang bukti. Tersangka akan dijerat pasal 81 dan 82 Undang Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 18 tahun penjara.

Korban saat ini mengaku sudah hamil tujuh bulan, sehingga pihaknya harus berhati hati selama pemeriksaan, agar jangan sampai terlalu mengguncang kondisi perasaan Bunga dan janinnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *