Flash News
No posts found

Rupiah Melemah, Tempe Tahu Kena Imbasnya

Kedelai menjadi barang mahal, belakangan ini.Rembang – Semakin melemahnya nilai tukar rupiah, bahkan sempat menembus Rp 11.000 per dolar Amerika Serikat, membuat harga kedelai impor melambung tinggi. Akibatnya harga tahu dan tempe di pasaran, juga ikut ikutan merangkak naik.

Seorang penjual tahu di pasar kota Rembang, Rumisih menjelaskan tahu isi 5 potong semula dijual Rp 4 ribu, sekarang menjadi Rp 5 ribu. Wanita asal desa Sumberejo Rembang ini memprediksi harga tahu bertambah mahal, jika nilai tukar rupiah tidak kembali menguat.

Hal senada diungkapkan Ginah, penjual tempe di pasar Rembang. Salah satu makanan rutin keluarga itu, harganya dari Rp 200 menjadi Rp 350 per potong. Begitu sampai ke tangan konsumen, sudah pasti lebih mahal. Ginah menimpali sikap produsen tempe berbeda beda. Ada yang memperkecil ukuran, tetapi sebagian memilih menaikkan harga tempe.

Reporter R2B, Wahyu Adi sempat mewawancarai Katrin, penjual kedelai impor di selatan pasar kota Rembang. Selama ini, Indonesia mengimpor kedelai dari negara Amerika Serikat, Kanada, Ukraina, China dan Malaysia. Paling banyak berasal dari Amerika Serikat.

Katrin memperinci tanda tanda kenaikan sudah mulai terasa sejak sebelum bulan puasa, kala itu Rp 7.600 per kilo gram, kemudian terus bergerak naik secara bertahap dan pada hari Sabtu (24 Agustus 2013), kedelai impor sudah menembus harga Rp 8.600 per kilo gram. Ia berharap pemerintah cepat turun tangan, untuk menyelamatkan industri tempe dan tahu yang menjadi sektor usaha riil masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *