Flash News
No posts found

Sebelum Ajal Datang, Korban “Tawarkan” Suaminya

Sejumlah pedagang mengamankan barang barang milik korban yang tertinggal di TKP.

Sejumlah pedagang mengamankan barang barang milik korban yang tertinggal di TKP.

Sulang – Suasana pasar desa Sulang Kec. Sulang, digegerkan oleh adanya seorang pedagang yang mendadak meninggal dunia saat berjualan, Senin (26 Agustus 2013) pukul enam pagi.

Korban yakni Rumiatun, usia sekira 44 tahun, warga dusun Kapasan desa Glebeg Kec. Sulang. Sehari hari berjualan cabai, semangka dan aneka sayuran. Rumiatun sempat dua hari tidak berjualan, karena banyak kesibukan rumah tangga.

Senin pagi, Rumiatun kembali datang ke pasar. Tiba tiba saat asyik duduk, langsung tergeletak. Suasana berubah kacau. Sang suami, Suwelo yang membantu berjualan, buru buru mengangkat korban menuju Puskesmas Sulang. Tetapi ternyata Rumiatun sudah keburu menghembuskan nafas terakhir. Begitu meninggal dunia, sejumlah pedagang ikut membantu mengumpulkan barang jualan dan uang hasil berdagang milik korban.

Saksi sesama pedagang di dekat lokasi kejadian, Siti Fatimah, warga desa Sumberejo Rembang menuturkan sebelum peristiwa tersebut, korban memang seperti tidak enak badan. Tetapi sempat melontarkan guyonan, kalau kelak meninggal dunia, suaminya boleh “diambil alih”. Siti yang berstatus janda, sama sekali tidak menganggap sebagai firasat, karena sering kali Almarhumah bercanda seperti itu.

Petugas Pasar Sulang, Joko Surip mengaku hanya sekedar membantu mengangkat korban. Saat berada di Puskesmas, suami Almarhumah berkeluh kesah bahwa isterinya mempunyai riwayat penyakit jantung. Diduga saat berjualan, penyakitnya kambuh.

Joko Surip menambahkan Senin siang, puluhan pedagang dan pegawai pasar desa Sulang berbondong bondong ke dusun Kapasan desa Glebeg, untuk mengantarkan jenazah Rumiatun ke pemakaman. Jerit tangis kerabat langsung pecah, apalagi Almarhumah meninggalkan 6 anak yang rata rata masih kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *