Flash News
No posts found

Pelarian Dandung, Terkait Pensiun Dini ?

Papan kehadiran pejabat di instansi Dinas Pendidikan Kab. Rembang.

Papan kehadiran pejabat di instansi Dinas Pendidikan Kab. Rembang.

Rembang – Kepala Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Dandung Dwi Sucahyo diam diam sudah mengajukan pensiun dini, padahal saat ini menjadi buronan Kejaksaan Negeri dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar tahun 2010 yang merugikan negara Rp 4 miliar lebih.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah BKD Kab. Rembang, Suparmin ketika dikonfirmasi Reporter R2B hari Selasa (27 Agustus 2013), membenarkan pengajuan pensiun dini Dandung Dwi Sucahyo.

Ada dua persyaratan utama seorang pegawai bisa mengajukan pensiun dini yakni minimal berusia 50 tahun dan sudah mengabdikan diri setidaknya 20 tahun. Menurutnya Dandung memenuhi persyaratan tersebut, usia mencapai 53 tahun, sedangkan pengabdian juga lebih dari 20 tahun.

Saat ini berkas yang disodorkan masih dalam pengkajian tim internal Pemkab Rembang. Begitu selesai, baru dikirimkan ke Badan Kepegawaian Daerah. Suparmin menimpali kalau pensiun dini disetujui, maka yang bersangkutan tetap memperoleh uang pensiun bulanan maupun tabungan asuransi dan pensiun (Taspen), seperti hak hak PNS memasuki masa purna pada umumnya. Ia berpendapat sah sah saja, asalkan sesuai dengan aturan. Kalau dikaitkan status tersangka Dandung, pihaknya lebih mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Semenjak lima kali tidak memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Rembang, Dandung Dwi Sucahyo kemudian ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Senin malam. Di rumahnya, sebelah timur pangkalan truk desa Dorokandang Kec. Lasem suasana lengang. Pintu rumah tampak terkunci rapat.

Di kantornya Dinas Pendidikan, para pegawai bekerja seperti biasa, meski mereka tidak mempunyai pimpinan lagi. Di dekat pintu masuk kantor, terdapat papan kehadiran yang tertulis kepala dan sekretaris Dinas Pendidikan pergi. Keduanya terjerat kasus dugaan korupsi, bahkan sekretaris Bambang Joko Mulyono sudah menjalani penahanan. Sejumlah kalangan menduga Dandung baru akan menyerahkan diri, kalau pengurusan pensiun dini beres.

Sebuah sumber di Kejaksaan Negeri Rembang menyebutkan pengejaran Dandung Dwi Sucahyo tidak sampai keluar daerah, namun masih berkutat di wilayah kabupaten Rembang.

Sementara itu pengacara tersangka Dandung Dwi Sucahyo, Karyono ketika dihubungi melalui nomor Ponselnya, terdengar nada sambung, namun tidak diangkat.

2 Komentar

  1. budihargo

    Patmin kepala bkd adalah mbahnnya para bajingan rembang. Tangkap parmin dkk jika berani memproses pensiun pns dalam status dpo.. tangkap dan penjarakan parmin atas kejahatan raksasa yabg dilakukan ubtuk kasus jual beli cpns dan jual beli jabatan yang terbuktinsudah banyak korban penipuan dan para pelaku lapangan sdh banyak masuk penjara… tangkap dan penjarakan dan kroni kroninya yg sdh merusak tatanan birokrasi dan kewibawaan pemerintah kab rembang!!!!!…

  2. kedungpane

    DPO itu sendiri sudah kriminalndan.perbuatab melawan hukum kok pakai alasan praduga tak bersalah? Dasar ini pejabat LOL? Beginilah ketua bkd koruptor cpns 2009.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *