Flash News
No posts found

“Kisah Uang Hilang Hingga Suara Tahlil Kiai Dari Dalam Bus..”

Penumpang bus Jaya Utama yang juga anggota TNI Angkatan Laut, turut menjadi korban.

Penumpang bus Jaya Utama yang juga anggota TNI Angkatan Laut, turut menjadi korban.

Kaliori – Keajaiban kuasa Tuhan sering mengiringi, dibalik sebuah peristiwa musibah. Banyak cerita terlontar dari penumpang bus, usai kecelakaan lalu lintas bus Jaya Utama yang menabrak truk trailer parkir, di jalur Pantura sebelah timur pintu gerbang masuk kota Rembang, turut tanah desa Banyudono Kec. Kaliori.

Reno Latuparisa (32 tahun), warga Ambon ini terbaring di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dr R Sutrasno Rembang. Ia sebelumnya naik bus Jaya Utama dari Semarang menuju Surabaya, berencana akan pulang ke Ambon. Reno duduk di kursi paling depan sisi kiri. Saat itu dirinya agak cemas, karena sopir memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Ditengah rasa kantuk menggelayut, tiba tiba terdengar suara benturan sangat keras.

Reno terpelanting tiga meter keluar badan bus. Saat sadar, tahu tahu sudah berada di trotoar, banyak warga berkerumun. Hasil pengecekan petugas medis rumah sakit Dr R Sutrasno, Reno Latuparisa menderita luka ringan, padahal penumpang yang duduk di sampingnya serta kernet bus yang berdiri persis di depannya, semua tewas. Berulang kali pria ini mengucapkan syukur. Meski demikian ia bingung bukan main, karena sama sekali tidak mengantongi uang. Begitu terjadi kecelakaan, dompetnya raib entah kemana. Selain khawatir terhadap biaya pengobatan di rumah sakit, Reno harus membatalkan niat pulang ke kampung halaman. Keluarganya yang tinggal di daerah pelosok, sulit dihubungi melalui sambungan telefon, apalagi jika harus minta kiriman uang melalui transfer bank.

Beda lagi cerita penumpang lain, Mohammad Tohir (42 tahun), warga Kudus yang akan pergi bekerja ke Kalimantan. Pelipisnya terluka dan kakinya patah, gara gara terjepit jok kursi di bagian tengah. Tohir mengaku beberapa hari terakhir sering mimpi buruk, entah hal itu sebagai firasat atau tidak. Ia sudah mengabari keluarga, kemungkinan minta dipindahkan ke rumah sakit di Kudus saja, supaya lebih dekat dengan rumah.

Tohir menganggap ada mukjizat dari Allah SWT, sehingga bisa selamat. Ia masih ingat, sebelum tabrakan, di dalam bus memutar pengajian Kiai Asrori Al Ishaqi asal Kedinding Surabaya. Ketika suasana kacau banyak penumpang terjepit sampai dengan evakuasi jenazah, lafadz tahlil dan dzikir Kiai Asrori terus mengalun dari pengeras suara bus. Bahkan warga di sekitar lokasi kecelakaan merasa heran, seakan akan kepergian arwah korban sudah langsung didoakan oleh kiai kharismatik tersebut.

Humas Rumah Sakit Dr R Sutrasno Rembang, Giri Saputro menegaskan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Asuransi Jasa Raharja. Menurutnya korban tidak perlu khawatir, tim medis akan berupaya menangani sebaik mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *