Flash News
No posts found

Petaka Jaya Utama, Korban Tewas Bertambah

Petugas rumah sakit dan polisi mengevakuasi jenazah kernet bus.

Petugas rumah sakit dan polisi mengevakuasi jenazah kernet bus.

Kaliori – Kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura desa Banyudono Kec. Kaliori, dekat pintu gerbang masuk kota Rembang, Senin malam sekira pukul 23.10 wib. Sebuah bus menabrak truk trailer yang sedang parkir. Dalam peristiwa tersebut, tiga korban tewas dan delapan lainnya mengalami luka luka.

Awalnya bus Jaya Utama jurusan Semarang – Surabaya yang dikemudikan Muhammad Syafii (35 tahun) warga Lamongan Jawa Timur, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Semarang. Diduga bus akan menyalip kendaraan lain dari arah kiri. Naas, di pinggir jalan, sebuah truk trailer parkir, posisinya memakan badan jalan. Bus langsung menghantam bak belakang truk. Dugaan lain menyebutkan, kecelakaan disebabkan gara gara sopir mengantuk.

Kondisi bus Jaya Utama rusak berat, bahkan sebagian bodi sisi kiri ringsek. Yang memprihatinkan, tangan kernet putus, terlempar hingga keluar bus. Ketiga korban tewas, masing masing Sutoyo (44 tahun), kernet bus asal Lamongan Jawa Timur, Wiwik Alfiah (47 tahun) warga Jombang Jatim dan Siti Hasimah (44 tahun) warga desa Soditan Kec. Lasem, penumpang bus. Sedangkan delapan orang penumpang menderita luka berat maupun ringan, rata rata patah kaki. Semua korban menjalani perawatan di rumah sakit Dr R Sutrasno Rembang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Sugino mengakui selama ini kecelakaan yang disebabkan kendaraan parkir sembarangan, kerap terjadi di jalur Pantura kabupaten Rembang. Apalagi kalau malam, banyak titik yang masih gelap, karena kurangnya lampu penerangan. Ia menghimbau pengguna jalan memanfaatkan kantong parkir dan area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kecelakaan bus ini mengakibatkan arus kendaraan di jalur masuk kota Rembang tersendat. Polisi sempat memberlakukan sistem buka tutup. Namun setelah bangkai bus dievakuasi menuju Satlantas, lalu lintas kembali lancar.

AKP Sugino menambahkan pihaknya telah mengamankan sopir bus dan sopir truk trailer untuk dimintai keterangan. Hasil penyidikan yang akan menentukan, siapa tersangka dalam kecelakaan ini.

5 Komentar

  1. yusuf

    bajingan benar bus po jaya utama,G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ mikir keselamatan penumpang,G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ usah naik jaya utama aja,

  2. Ferry Hanafi

    Salah ketik bkn Kasmiah tp Hasimah karna beliau beliau masih saudara,tlg bantu doanya semoga di berikan tempat yg terbaik di sisi-Nya
    آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

  3. badut

    kadishub suyono benar2 laknat dan membawa sial para pemgguna jalan. terbukti semenjak ondel ondel satu ini jadi tangan kanan koruptor salim. kecelsakaan sudah merenggut ratusan jiwa. dita,mbah lagi kasatlantas baru i sugiono semakin menambah jumlah kecelakaan yg hampir setiap hari dansetiap jkam terjadi di rbg

  4. sambang

    bajingan kabeh,sopir,polisi,bupati,kepala dishub…..!!!!! mugo2 mlebu neraka sak lawase

  5. Singgih Prajogo

    Kejadian baru pada Jumat, 28 Juli 2017. Kami mengendarai mobil pribadi dengan tujuan Semarang, sekitar jam 14.20 ketika kami akan mendahului mobil, tiba2 dari kaca spion kanan kami lihat bus Jaya Utama (no pol L 7696 xV (huruf depan tidak jelas entah H atau U karena semua no Polisi sengaja di cat warna kuning dan tertutup bukti kir) nyelonong ikut mendahului,

    Tidak berapa lama bus tersebut terlihat akan mendahului mobil kami dengan merapat, maka kami tambah kecepatan, sehingga tidak berhasil.

    Ketika jalanan lapang, bus tersebut mendahului kami, kamipun tanpa prasangka buruk, memberi jalan, tetapi rupa2nya pengemudi menghalangkan bus tsb ditengah jalan, dan beberapa orang turun dari bus, mereka menegur dengan kasar mengatakan bahwa kalau mengemudi hati2, karena akan membahayakan nyawa satu bus (kenapa bisa demikian, jelas2 bus yang akan mendahului mobil kami malahan kami yang ditegur) dan satu orang lainnya mendekat dan memukul mobil kami, terus mendekat ke saya dan berusaha memukul berulang kali yang berhasil kami tangkis, karena hal tidak berhasil mengenai, orang tersebut memukul kaca spion kanan kami hingga pecah. kemudian melenggang kembali ke bus nya. Banyak kendaraan yang ikut terhalang dan menyarankan agar peristiwa tersebut dilaporkan saja, karena kami sedang memburu jam terbang pesawat, maka kami diamkan saja, baru kali ini kami menuliskannya.

    kami memohon kepada pihak manajamen PO Jaya Utama agar mendidik/ mengajar sopan santun dijalan, jangan semau gue karena merasa besar terutama pada crew yang bertugas pada kejadian tersebut. Demikian pula kepada pihak Instansi terkait agar bisa benar2 selektif memberikan SIM sesuai kompetensi yang dimiliki.

    Kepada masyarakat agar berhati hati bila menemui bus tersebut, jangan sampai peristiwa ini terulang.

    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *