Flash News
No posts found

DANDUNG JADI DPO!!!!!

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Dandung Dwi Sucahyo.

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Dandung Dwi Sucahyo.

Rembang – Aparat Kepolisian Resort Rembang menyatakan siap, apabila diminta oleh Kejaksaan Negeri untuk membantu menangkap Kepala Dinas Pendidikan, Dandung Dwi Sucahyo.

Hal itu setelah Dandung lebih dari empat kali tidak memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar yang merugikan negara Rp 4 miliar lebih. Dandung beralasan sakit, kemudian berobat alternatif dan kali terakhir menjadi saksi di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang dengan terdakwa bawahannya, Sekretaris Dinas Pendidikan, Bambang Joko Mulyono. Kejaksaan Negeri memanggil kembali Dandung, pada hari Senin, 26 Agustus 2013.

Kapolres Rembang, AKBP Adhy Fandy Ariyanto menuturkan sampai Senin siang (26 Agustus 2013) pihaknya belum menerima permintaan Kejaksaan Negeri, untuk memback up penjemputan paksa Dandung Dwi Sucahyo. Tapi pada dasarnya polisi setiap saat siap, karena sama sama sebagai aparat penegak hukum.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, Sudirman Syarief kepada Reporter R2B menjelaskan Senin malam pihaknya mengeluarkan surat perintah penangkapan, karena Dandung tidak diketahui keberadaannya. Surat dibuat rangkap tiga, ditujukan kepada keluarga tersangka, Rumah Tahanan Rembang dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Artinya, Dandung yang tinggal di sebelah timur pangkalan truk desa Dorokandang Kec. Lasem tersebut, sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sebelumnya sejak pagi, santer beredar kabar, Dandung akan datang ke kantor Kejaksaan Negeri Rembang Senin sore. Usai diperiksa, rencananya langsung ditahan. Tapi sampai menjelang Maghrib, tak tampak batang hidungnya. Hanya pengacara Dandung Dwi Sucahyo, Karyono terlihat beberapa kali keluar masuk ruangan Kasi Intel Kejaksaan Negeri. Karyono sempat menyampaikan kepada jaksa penyidik bahwa kliennya tidak bisa datang, lantaran belum siap mental. Kejaksaan Negeri tidak menolelir alasan tersebut.

4 Komentar

  1. anti korupsi

    Berani berbuat korupsi takut tanggung jawab,udah jelas jelas korupsi,di tambah jual beli jabatan mutasi kepala sekolah,ingat pada waktu jadi kundektur…

  2. budihargo

    Soko rupane wae wis ketok yen kelase pejabat preman alias pekatik.. ini kualitas pembantune salim. Yen ora mental maling yo preman. Persis koyo kepemimpinane salim. Negoro dirusak terus dijarah. Parmin.suyono.bagiyo.ook.parman.yuni.harso.agus esdm… lan sak andahane kabeh preman lan bajingan…

  3. darmanto

    pengacara dan oknum pejabat setempat ada yg terlibat dala, skrenario larinya dandung. perencanaan sdh rapi dan m,elibatkan kekuatan besar dan kekuasaan setempat.

  4. win cassanova

    jangan vonis begitu donk…ayo mantan guruku hadapi smua dg kesabaran….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *