Flash News
No posts found

“Digorok”, Perempatan Jaeni Kebanjiran

Seorang warga Jl Kartini Rembang menunjukkan bekas meteran air yang dicuri.

Seorang warga Jl Kartini Rembang menunjukkan bekas meteran air yang dicuri.

Rembang – Kawasan Perempatan Jaeni Rembang, Kamis pagi (29 Agustus 2013) mendadak banjir, padahal malam harinya sama sekali tidak turun hujan.

Air dari manakah ? usut punya usut, ternyata ada sebuah meteran air di depan toko milik pelanggan PDAM, Sugeng Santoso yang baru saja “digorok” pelaku pencuri. Air yang keluar dari pipa, kemudian membanjiri jalan, persis di sebelah selatan lampu bangjo Perempatan Jaeni. Toko milik Sugeng Santoso di Jl Kartini No 15 itu, sudah lama tutup. Dulu sempat digunakan untuk salon, tetapi belakangan pindah ke lokasi lain.

Seorang warga di dekat lokasi pencurian meteran air PDAM, Jhony Ang mengaku kaget, seusai bangun tidur melihat air meluber sangat deras. Saat mengecek, ternyata meteran air di samping rumahnya hilang. Diduga pencuri beraksi menjelang sholat subuh, dengan cara menggergaji pipa paralon.

Setelah menerima laporan, petugas PDAM Rembang datang ke Jl Kartini, untuk memperbaiki kerusakan.

Petugas PDAM Rembang, Toyyibul Haris mengungkapkan sampai hari Kamis, tercatat 38 unit meteran air amblas digasak pencuri. Tambahan 5 lokasi terbaru, diantaranya milik Suparni warga Jl Majapahit, Dilsun warga desa Mondoteko, Supandrio desa Turusgede, Juwariyah warga desa Kabongan Kidul dan Sugeng Santoso di Jl Kartini.

Menjadi kewajiban pelanggan untuk menjaga meteran. Kalau hilang, maka pelanggan harus membayar ongkos ganti meteran baru sebesar Rp 502 ribu.

Toyyibul Haris menambahkan sampai sekarang belum terungkap siapa pelaku pencurian. Ia berharap kepada warga yang biasa berbisnis barang barang bekas, sudi membantu melapor kepada PDAM, jika mengetahui ada seseorang menawarkan meteran air. Hilangnya meteran air kian marak, karena bahan meteran terbuat dari kuningan, sehingga laku mahal kalau dijual. Masalah tersebut, bahkan sudah resmi dilaporkan kepada Polres rembang.

PDAM juga menegaskan sama sekali tidak ada unsur sabotase. Dugaan sementara, murni ulah pencuri yang ingin mencari penghasilan diatas penderitaan pelanggan air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *