Flash News
No posts found

BLH Temukan Kandungan Berbahaya, Holi Mina Rumahkan Karyawan

Fredy Yuwono menunjukkan instalasi pengolahan air limbah di sebelah pabrik PT Holi Mina Jaya, Jumat siang (30 Agustus 2013).

Fredy Yuwono menunjukkan instalasi pengolahan air limbah di sebelah pabrik PT Holi Mina Jaya, Jumat siang (30 Agustus 2013).

Sluke – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa pabrik PT Holi Mina Jaya, sebuah pabrik pengolahan hasil perikanan (produk surimi) di pinggir jalur Pantura desa Sendangmulyo Kec. Sluke terindikasi melanggar Undang Undang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan BLH Provinsi Jawa Tengah tertanggal 23 Agustus 2013, terdapat 5 jenis pelanggaran diantaranya yakni :

1. Hasil uji sampel air limbah yang diambil saat pengawasan menunjukkan kandungan TSS, sulfida, amonia, BOD, COD dan minyak lemak melampaui baku mutu air limbah, sehingga melanggar Perda Jawa Tengah No 10. Tahun 2004 tentang baku mutu air limbah.
2. Mengolah air limbah dengan sistem semi an aerob, tetapi secara tekhnis tidak memadai untuk mengolah air limbah secara optimal.
3. Belum melakukan pemantauan limbah secara rutin setiap bulan.
4. Belum melakukan pengujian kualitas emisi genset, yang semestinya dilakukan rutin setahun sekali, sesuai aturan pengendalian pencemaran udara.
5. Limbah padat berupa sisa sisa kemasan dan sampah lain tidak dikelola dengan baik di belakang pabrik.

BLH Provinsi Jawa Tengah kemudian memanggil pengelola pabrik PT Holi Mina Jaya di Semarang pada tanggal 26 Agustus 2013.

Penanggung jawab pengolahan limbah PT Holi Mina Jaya, Fredy Yuwono mengatakan sudah berusaha menangani limbah sesuai prosedur. Ia menunjukkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berukuran lebar 3 meter, dalam 3 meter dan panjang 20 meter. Limbah disaring sampai 7 kali, baru dialirkan ke laut. Tetapi kalau BLH Provinsi Jawa Tengah temuannya seperti itu, maka pihaknya memilih pasrah. Tentu siap segera melakukan perbaikan pengolahan limbah.

Sambil menunggu proses penataan selesai, PT Holi Mina Jaya untuk sementara meliburkan 400 an pekerja, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Lembaga Penegak Keadilan (LPK) Kab. Rembang yang kerap menyoroti masalah limbah pabrik mengapresiasi langkah Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah.

Ketua LPK, Anang Purwandono menjelaskan kedepan tidak hanya mengkritisi PT Holi Mina Jaya saja, tetapi juga terhadap pabrik pabrik lain yang selama ini diduga sering membuang limbah ke laut, tanpa pengolahan terlebih dahulu.

Anang Purwandono menimpali pemerintah kabupaten Rembang juga harus lebih jeli menerbitkan izin operasional sebuah pabrik. Belakangan bermunculan pabrik pabrik besar kelas ekspor di pinggir jalur Pantura Sluke – Kragan.

Kalau dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup tidak jelas, maka seharusnya pemerintah menolak izin pabrik. Jangan hanya semata mata memikirkan investasi, tetapi masalah lingkungan diabaikan. Untuk jangka panjang, dikhawatirkan mengancam kehidupan masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *