Flash News
No posts found

Karena Semangat “Pokoke”, Konflik Masih Mengintai

Sepeda motor roda tiga diamankan polisi. Tampak bagian belakangnya dimodifikasi untuk mengangkut penumpang.

Sepeda motor roda tiga diamankan polisi. Tampak bagian belakangnya dimodifikasi untuk mengangkut penumpang.

Sarang – Upaya mediasi untuk mengatur operasional sepeda motor roda tiga di sejumlah wilayah kecamatan bagian timur, gagal. Hari Jumat (30 Agustus 2013), kenyataannya masih banyak pengendara sepeda motor roda tiga yang tetap mengangkut penumpang pada pagi hari, di jalur Pantura antara Kragan – Sarang.

Sebelumnya, Hari Rabu pekan ini, bertempat di kantor kecamatan Sarang, Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika (Dishubkominfo) Kab. Rembang mengundang awak angkutan resmi, meliputi angkutan umum Sarang – Lodan Sedan dan bus mini Rembang – Sarang, kemudian dipertemukan langsung dengan perwakilan awak sepeda motor roda tiga atau biasa disebut Tossa. Awak angkutan kerap kali mengeluh penghasilan anjlok, setelah motor roda tiga menjamur.

Kepala Dishubkominfo Kab. Rembang, Suyono menegaskan pihaknya secara kelembagaan tidak akan mengizinkan sepeda motor roda tiga digunakan angkutan penumpang, tetapi dari pabrik hanya didesain berfungsi sebagai angkutan barang. Aturan tersebut jangan sampai dilanggar. Tetapi secara kemanusiaan, instansinya terketuk mempertemukan dua kubu, karena mereka sama sama mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.

Akhirnya muncul keputusan agar sepeda motor roda tiga boleh mengangkut penumpang, antara jam satu siang sampai malam hari. Sedangkan awak angkutan resmi yang memang terbebani uji kir dan berbagai kewajiban lainnya, bisa mencari penumpang sejak pagi sampai sore, sesuai jalur trayek. Suyono menganggap solusi itu merupakan jalan terbaik, sehingga semua kepentingan bisa terakomodir. Tetapi kalau belum apa apa, sudah dilanggar, ia khawatir akan kembali terjadi konflik jalanan antara sepeda motor roda tiga dengan awak angkutan, padahal kebanyakan masih saling bertetangga.

Suraji, staf seksi ketentraman dan ketertiban kantor kecamatan Sarang menuturkan di wilayahnya saja, jumlah sepeda motor roda tiga tossa perkiraan 200 unit lebih. Begitu digabung dari kecamatan Kragan dan Sedan, bisa mencapai ribuan. Mereka mencari penumpang dari pagi sampai malam hari. Salah satu kelebihannya, selain lebih murah, juga bisa menjangkau gang gang sempit di pelosok pedesaan. Ia melihat awak sepeda motor roda tiga masih saja ngotot, karena merasa sudah dibutuhkan oleh masyarakat pengguna jasa.

Suraji berharap pemilik sepeda motor roda tiga mau berembug di kalangan sendiri. Duduk, tenangkan hati dan memahami posisi sepeda motor roda tiga dengan pikiran yang jernih. Menurutnya kalau terus terusan mengedepankan emosi, apalagi semangat “pokoke”, akan sulit memecahkan masalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *