Flash News
No posts found

Mendesak, Jalur Kereta Api Di Pantura

Jalur Pantura Rembang macet parah, karena ada truk mogok di wilayah Batangan pati, beberapa waktu lalu.

Jalur Pantura Rembang macet parah, karena ada truk mogok di wilayah Batangan pati, beberapa waktu lalu.

Rembang – Jalur pantai utara atau Pantura dianggap sudah terlalu padat, termasuk Pantura kabupaten Rembang.

Kedepan wacana pembangunan jalur rel kereta api antar kota sepanjang Pantura, kembali menjadi topik hangat dikalangan anggota DPR RI.

Anggota Komisi V DPR yang salah satunya membidangi masalah perhubungan, Muhammad Arwani Thomafi menjelaskan kalau belakangan ada proyek rel ganda Jakarta – Surabaya, belum cukup mengatasi semakin bertambahnya jumlah kendaraan. Tetapi perlu dikerjakan bertahap mulai sekarang, rel kereta api, semisal Rembang – Semarang. Moda transportasi massal seperti kereta api, menurut Arwani tepat untuk mengurangi kepadatan Pantura.

Ia mencontohkan ketika ada truk mogok atau kecelakaan, jalur Pantura pasti macet. Parahnya, hal itu tidak diimbangi dengan kesiapan jalur alternatif.

Lalu bagaimana dengan optimalisasi jalur laut ? politisi asal desa Soditan Kec. Lasem tersebut menganggap pembangunan pelabuhan masih banyak terfokus di wilayah Indonesia bagian timur. Tetapi keberadaan pelabuhan di Pulau Jawa sudah memadai, tinggal menambah jalur pelayaran, guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sebelum program rel kereta api antar kota di pulau Jawa terealisasi, DPR dan pemerintah sementara memprioritaskan peningkatan mutu jalan di jalur Pantura. Ia menimpali pelebaran jalan maupun pembongkaran jembatan, sampai saat ini masih terus berlangsung, salah satunya jembatan Karanggeneng Rembang.

Muhammad Arwani Thomafi juga menyoroti seputar sistem penganggaran untuk perbaikan jalur Pantura.

Akan lebih baik menerapkan kontrak jangka panjang. Begitu rusak sedikit, pemborong bisa segera melakukan penambalan. Tidak seperti sekarang, pengerjaan terkesan buru buru, terutama ketika mendekati musim Lebaran. Usulan tersebut beberapa kali disampaikan ketika rapat komisi, bersama Kementerian Pekerjaan Umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *