Flash News
No posts found

Pria Tinggi Besar Menghadang, Awasi Rumah Dandung

Rumah kepala Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Dandung Dwi Sucahyo di desa Dorokandang Kec. Lasem.

Rumah kepala Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Dandung Dwi Sucahyo di desa Dorokandang Kec. Lasem.

Lasem – Seorang pria berbadan tinggi besar menghalangi dan berusaha menakut nakuti, saat wartawan akan mengambil gambar rumah kepala Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Dandung Dwi Sucahyo, di sebelah timur pangkalan truk desa Dorokandang Kec. Lasem. Dandung adalah tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan buku ajar tahun 2010 yang merugikan negara Rp 4 miliar lebih. Kasus tersebut masih ditangani Kejaksaan Negeri Rembang.

Begitu wartawan menyambangi rumah Dandung Dwi Sucahyo, tiba tiba muncul seorang pria mengendarai sepeda motor. Diduga ia sudah mengawasi situasi sekitar dari kejauhan. Pria tersebut justru bertanya memangnya Dandung pelaku pencuri, sehingga harus diselidiki ? Entah benar atau tidak, ia bercerita, beberapa waktu lalu, juga pernah ada wartawan datang, sempat akan dimassa.

Mendengar hal itu, wartawan mencoba ingin mengambil gambar rumah Dandung. Lagi lagi pria itu melarang, dengan alasan harus izin pemilik rumah. Saat ditanya apakah di dalam rumah ada orang, ia menjawab singkat tidak ada.

Pasal 4 Undang Undang Pers menyebutkan kemerdekaan pers dijamin sebagai hak azazi warga negara. Kemudian pasal 18 ditegaskan bahwa setiap orang dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, diancam hukuman penjara paling lama dua tahun dan denda Rp 500 juta.

Umumnya warga desa Dorokandang Kec. Lasem enggan berkomentar atas kasus itu, takut kalau dianggap turut campur. Mereka memilih bungkam. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan sudah lama tidak bertemu Dandung Dwi Sucahyo, karena semenjak terbelit kasus dugaan korupsi, jarang bersosialisasi dengan masyarakat.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Rembang menunggu kedatangan Dandung Dwi Sucahyo, agar secara suka rela menyerahkan diri.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, Sudirman Syarief menyatakan penahanan seorang kepala dinas, tidak musti harus belakangan, setelah bawahannya ditahan lebih dulu. Semua tergantung pada perkembangan penyidikan.

Sempat berstatus buronan, Pengacara Dandung DS, Karyono sanggup menghadirkan kliennya pada hari Senin, tanggal 02 September 2013. Beberapa kalangan, termasuk aktivis anti korupsi di kabupaten Rembang berharap janji itu ditepati.

7 Komentar

  1. penatajam

    Ora mung pencuri kang si dandung kuwi… mbahe pencuri alias garong kakap..mergo sing dicolong ora mung barang rumah tangga utawa harta benda. Tapi martabat dunia pendidikan di rembang. Juga harta benda ratusan milyar DAK dan jualbbeli jabatan dan kepala sekolah termasuk mutasi dan promosi. Orang mung maling. KOruptor Kakap bersama orang dekat kekuasaan dan partai penguasa di rembang. Mbah buyute maling!!!

  2. bamles

    Korban Politik:Dandung
    Kasihan

  3. Altika Putri

    selamatkan kejaksaan! kejaksaan dalam tekanan

  4. salim

    Ayo pak dandung…jadi whistle blower…bongkar semua penerima dana…termasuk si “you know who”…ojo gelem dadi korban dewe

  5. DANYANK REMBANG

    AYOO SEDULUR KABEH PODO ENGGAL TOBAAT IKI PENGADILAN ALAM WIS NYOTO-NYOTO WIWIT NGADILI SOPO WAE SING WANI TUMINDAK NALISIR SOKO BEBENER.AYOO SING WINGI PODO GAK PERCOYO AYOO PODHO ENGGAL TOBAT.SING SAIKI RUMONGSO DADI PANGUWOSO BISO GAWE ABANG IJONE NASIBE SEDULURE DEWE.SING ATI-ATI SEDELOK MANEH UTUSAN ADIL BAKAL METHUKE PERLU AREP DIADILI.AYOO PODO TOBAATT.

  6. zaenal

    semangat untuk pak dandung,.jangan mau menjadi korban kekejaman bupati rembang _moch salim..

  7. yus

    Iki omahe deket rumahku babagan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *