Flash News
No posts found

“Saat Kapal Terbakar Hanyut, Nelayan Baru Kalang Kabut…”

Nelayan di Sarang sering kali menyandarkan kapal, agak jauh dari pinggir pantai, karena ketiadaan dermaga.

Nelayan di Sarang sering kali menyandarkan kapal, agak jauh dari pinggir pantai, karena ketiadaan dermaga.

Sarang – Sebuah kapal nelayan jenis mini poursine ludes terbakar, Sabtu malam di pinggir pantai sebelah utara tempat pelelangan ikan (TPI) Sarang. 2,5 ton muatan ikan hasil melaut, ikut amblas terbawa ombak. Karena jarak kapal cukup jauh, wargapun hanya menonton peristiwa tersebut.

Kapal yang terbakar bernama lambung Kapal Manis III, milik Masrukan, warga desa Bajingmeduro Kec. Sarang. Semula kapal berlabuh jangkar sekira 1 mil (1.852 meter) dari pinggir pantai. Kali pertama api diketahui pada pukul tujuh malam, oleh sejumlah nelayan.

Seorang warga desa Karangmangu Kec. Sarang, Kasrowi mengaku sempat melihat api berkobar sangat cepat. Tak berselang lama ratusan warga langsung memadati sekitar TPI Sarang di desa Bajingmeduro. Suasana cukup ramai, tapi mereka hanya sebatas menonton. Kalau akan ke tengah berusaha memadamkan, diperkirakan tetap sulit menyelamatkan kapal dari amukan si jago merah. Tiba tiba tali jangkar putus, bangkai kapal bergerak liar terseret arus ombak.

Para nelayan menjadi kalang kabut, takut kalau nantinya kapal mereka akan tertabrak kapal yang terbakar. Beruntung, kekhawatiran itu tidak sampai terjadi. Dua jam kemudian atau sekira pukul sembilan malam, Kapal Manis III akhirnya terhenti, setelah membentur tumpukan batu pemecah gelombang di pinggir pantai desa Sarangmeduro Kec. Sarang, hanya menyisakan puing puing kayu hangus.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Letda Hartono mengatakan anggotanya memantau di dekat lokasi kejadian, sekaligus meminta keterangan sejumlah saksi. Tak ada korban jiwa dalam kebakaran kapal ini, tetapi nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Letda Hartono menambahkan sampai dengan Minggu pagi (01 September 2013), penyebab kebakaran belum bisa disimpulkan. Petugas kepolisian masih menyelidiki, apakah korsleting listrik atau karena faktor lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *