Flash News
No posts found

MENATA POSISI TOPI, DANDUNG DITAHAN

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Dandung Dwi Sucahyo menata topi, agar wajahnya tidak terkena jepretan kamera wartawan.

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Dandung Dwi Sucahyo menata topi, agar wajahnya tidak terkena jepretan kamera wartawan.

Rembang – Kepala Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Dandung Dwi Sucahyo, hari Senin (02 September 2013) akhirnya menyerahkan diri ke kantor Kejaksaan Negeri Rembang. Setelah itu ia langsung ditahan.

Dandung Dwi Sucahyo datang sekira pukul delapan pagi, dengan menumpangi mobil Nissan Grand Livina warna hitam, didampingi dua orang pengacaranya. Dandung mengenakan baju kotak kotak warna biru, bertopi dan membawa tas kecil. Setelah itu, Dandung sempat masuk ke ruangan kepala seksi pidana khusus Kejaksaan Negeri, Ali Mukhtar. Tak berselang lama, kepala dinas asal desa Dorokandang Kec. Lasem tersebut dikawal sejumlah jaksa, berjalan kaki menuju Rutan Rembang yang lokasinya bersebelahan dengan kantor Kejaksaan Negeri.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, Sudirman Syarief mengaku tidak tahu menahu kemana Dandung pergi, selama menjadi buron, pasca lima kali tidak datang memenuhi panggilan jaksa penyidik. Ia sebatas berdoa saja, ternyata tersangka yang ditunggu tunggu mau datang juga, untuk menyerahkan diri. Setelah menahan tersangka, berita acara pemeriksaan BAP akan segera dilengkapi, sehingga dalam rentang waktu sebulan bisa dilimpahkan kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.

Jaksa penyidik yang menangani kasus Dandung Dwi Sucahyo, Rudi Hartoko enggan membeberkan jumlah fee yang diterima Dandung, saat pengadaan buku ajar tahun 2010 yang merugikan negara Rp 4 miliar lebih. Kasi Datun ini juga keberatan menyebutkan kemana saja aliran dana dugaan korupsi tersebut. Namun ia memastikan, semua akan dibuka secara gamblang di tengah persidangan.

Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Rembang, Edi Cahyono menjelaskan tersangka Dandung Dwi Sucahyo ditempatkan pada kamar nomor 2 blok khusus tindak pidana korupsi (Tipikor), berukuran 3 x 4 meter. Ia bersebelahan dengan mantan Sekretaris Daerah Rembang, Wiratmoko. Edi Cahyono memastikan tidak ada fasilitas pelayanan beda, di dalam tahanan hanya terdapat sebuah tempat tidur dan kamar mandi.

Dandung Dwi Sucahyo, sampai Senin siang masih menerima sejumlah tamu yang datang membesuk. Selain keluarga, tampak pula sejumlah pegawai Dinas Pendidikan Kab. Rembang.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Rembang telah lebih dulu menahan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek pengadaan buku ajar, Bambang Joko Mulyono, terakhir kali menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan. Bambang ditahan di LP Kedungpane Semarang, untuk mempermudah proses persidangan.

1 Komentar

  1. syukur

    Bongkar bongkar bongkar semua dung. Sdh saatnya rembang menjadi lebih baik khususnya dunia pendidikan. Jangan mengorbankan diri ubtuk kezaliman dan keangkara murkaan. Bungkar semua jaringan mafia korupsi yang melibatkan partai dan penguasa. Masyarakat rembang menunggu kepahlawanan anda. jangan mau jadi pahlawan koruptor. Almamater anda sma 1 rembang berharap anda sebagai pahlawan pembersih diknas dari para mafia kotor korupsi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *