Flash News
No posts found

Menimba Semangat Dari Pekerja Berkaki Palsu

Atong Wibowo, pekerja PT Holi Mina Jaya menikmati makan siang secara lesehan di sebelah timur pabrik.

Atong Wibowo, pekerja PT Holi Mina Jaya menikmati makan siang secara lesehan di sebelah timur pabrik.

Sluke – Diantara ratusan orang pekerja, pemuda ini menjadi satu satunya pekerja berkaki satu. Meski kondisi fisik tidak normal, tapi semangatnya terbilang luar biasa. Bagaimana kisah perjuangannya membantu menopang keluarga dan kenapa pula pihak pabrik menerima pekerja berkebutuhan khusus ?

Namanya Atong Wibowo, pemuda asal desa Labuhan Kidul Kec. Sluke, anak nomor dua dari dua bersaudara. Ia bekerja di pabrik pengolahan hasil laut, PT Holi Mina Jaya, pinggir jalur Pantura desa Sendangmulyo Kec. Sluke, sebuah pabrik yang memproduksi surimi kelas ekspor. Atong bergabung sejak pabrik tersebut berdiri, hampir 4 tahun lalu.

Pria berusia 23 tahun ini tidak mempunyai kaki kanan sejak lahir. Sehari hari menggunakan kaki palsu, bantuan seorang donatur. Menyadari kekurangan fisiknya tersebut, Atong semula bekerja apa saja, sesuai kemampuan. Bertahun tahun berprofesi sebagai tukang pijit. Penghasilan kala itu serba tidak menentu. Kalaupun memperoleh uang Rp 20 ribu per hari, lebih banyak ia serahkan kepada orang tuanya, Rasmito – Kayati, untuk menyambung hidup.

Hingga suatu ketika Atong Wibowo diterima bekerja di pabrik PT Holi Mina Jaya. Atong sangat bersyukur, pengelola pabrik sudi merekrut pekerja berkebutuhan khusus seperti dirinya.

Perwakilan pabrik, Fredi Yuwono mengaku masih ingat betul, sebelum perusahaan beroperasi, Atong hampir setiap hari memijit pundaknya, terutama saat banyak orang beristirahat di dekat pos penjagaan.

Momen itu merupakan perkenalan kali pertama dengan Atong Wibowo. Kemudian karena tahu anaknya rajin dan punya tekad besar untuk maju, Fredi pun tanpa berpikir panjang, langsung menerima lamaran Atong Wibowo. Pihaknya memberikan tugas lebih ringan, dibandingkan pekerja yang fisiknya normal. Atong mendapatkan jatah menjadi petugas kebersihan di area luar pabrik.

Fredi Yuwono menambahkan kedepan akan terus berupaya menarik pengangguran di sekitar PT Holi Mina Jaya, khususnya mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu. Ia berharap keberadaan pabrik, lebih memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *