Flash News
No posts found

Kemiskinan Mengerikan, Warga Tantang Pemerintah

Salah satu warga miskin di desa Sendangagung Kec. Kaliori Rembang, tinggal di rumah pemberian tetangga.

Salah satu warga miskin di desa Sendangagung Kec. Kaliori Rembang, tinggal di rumah pemberian tetangga.

Rembang – Angka kemiskinan kabupaten Rembang menduduki posisi ke tiga tertinggi di tingkat provinsi Jawa Tengah, dibawah kabupaten Wonosobo dan Kebumen.

Data yang direlease Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Rembang, daerah ini memiliki angka kemiskinan diatas rata rata provinsi Jawa tengah maupun nasional, apabila mengacu hasil pendataan Badan Pusat Statistik tahun 2011 silam. Tingkat nasional hanya 12,34 %, provinsi Jawa Tengah 16,21 %, sedangkan angka kemiskinan kabupaten Rembang mencapai 23,71 %. Kemiskinan Kab. Rembang bahkan unggul jauh, dibandingkan daerah tetangga, seperti Blora dan Pati.

Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Rembang, Edi Handoyo menjelaskan meski data tersebut cukup memprihatinkan, namun trend dari tahun ke tahun, terus menurun. Menurutnya ada beberapa indikator untuk melihat tingkat kemiskinan warga, meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lingkungan. Ada 8 kecamatan yang masuk prioritas pertama penanganan, diantaranya kecamatan Bulu, Gunem, Sarang, Sedan, Pamotan, Sulang, Pancur dan Sluke. Prioritas ke dua terdiri dari kecamatan Sumber, Sale, Kaliori, Kragan dan kecamatan Lasem, sedangkan prioritas terakhir kecamatan Rembang Kota.

Edi Handoyo menambahkan pihaknya akan melakukan validasi kebenaran pendataan program perlindungan sosial (PPLS) tahun 2011, yang sudah berjalan program keluarga harapan, Raskin, Jamkesmas, maupun program nasional pemberdayaan masyarakat PNPM. Bappeda kini fokus mengevaluasi, apakah PNPM mampu menurunkan angka kemiskinan atau tidak.

Selain itu, langkah yang akan diambil memperinci potensi permasalahan masing masing desa sasaran, khususnya di kecamatan prioritas pertama. Perlu program yang tepat melalui pembiayaan anggaran daerah, provinsi dan pusat. Kemudian mensinergikan kebijakan program penanggulangan kemiskinan daerah. Harapannya tahun 2013 ini, angka kemiskinan menurun pada level 18,95 %.

Tarsini, seorang warga miskin di desa Gilis Kec. Sarang mengaku program pengentasan kemiskinan belum begitu terasa di pelosok pedesaan. Menurutnya tidak ada gebrakan nyata secara berkesinambungan.

Haris, warga di desa Manggar Kec. Sluke menantang pemerintah kabupaten Rembang, untuk mengurangi belanja pegawai, kemudian dananya dialihkan menata lingkungan kumuh, memperbaiki jalan poros desa, membenahi rumah tidak layak huni dan memperbanyak jaringan usaha baru, dengan memberdayakan potensi ekonomi lokal. Kalau hal itu bisa diterapkan, Haris optimis angka kemiskinan akan menurun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *