Flash News
No posts found

Kekeringan, Harga Beras Mulai Merangkak

Penjual beras di pasar Rembang menghitung stok.

Penjual beras di pasar Rembang menghitung stok.

Rembang – Musim kemarau mengakibatkan belasan ribu hektar lahan persawahan di kabupaten Rembang menganggur. Sama sekali tidak bisa ditanami padi, karena kondisi sawah kering kerontang.

Sekretaris desa Sidomulyo Kec. Kaliori, Kiswanto menjelaskan sebagian petani di desanya beralih menanam palawija dan tebu, karena tidak terlalu banyak membutuhkan air. Khusus tebu, dianggap cukup menjanjikan. Selain biaya perawatan ringan, penghasilan yang didapat termasuk lumayan.

Tak hanya di desa Sidomulyo, perubahan drastis pola tanam juga terjadi di wilayah lain. Kondisi tersebut mengakibatkan stok beras berkurang, sehingga rawan memicu gejolak harga.

Gampang Haryono, seorang penjual beras di pasar kota Rembang menuturkan sementara kenaikan masih wajar. Beras kelas rendah pada kisaran Rp 6.500, kelas sedang antara Rp 7 – 8 ribu, sedangkan beras paling bagus Rp 8 ribu – 9.800 per kilo gram.

Kenaikan terjadi antara Rp 100 – 400 per kilo gram. Gampang Haryono menyarankan pemerintah harus cepat mengantisipasi, jangan sampai harga kian melambung tinggi. Di kabupaten Rembang sendiri, pasokan cenderung berkurang. Komoditas beras, masih banyak mengandalkan suplai sejumlah daerah, termasuk dari kabupaten Pati.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Dan P4K Kab. Rembang, Dwi Purwanto mengklaim persediaan pangan berupa beras cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sembilan bulan kedepan. Hal itu didapatkan melalui pengecekan gudang Depot Logistik maupun pantauan ditingkat petani, rata rata masih mempunyai cadangan. Dwi optimis stok aman, sampai nantinya memasuki musim penghujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *