Flash News
No posts found

Sawah Disulap, Mengembalikan Kesuburan

Seorang petani di desa Mojorembun Kec. Kaliori, sibuk membuat batu bata.

Seorang petani di desa Mojorembun Kec. Kaliori, sibuk membuat batu bata.

Kaliori – Sejumlah petani di desa Mojorembun Kec. Kaliori mengalihfungsikan lahan persawahan yang mengering, menjadi lokasi pembuatan batu bata. Selain tetap memperoleh tambahan penghasilan, petani percaya cara tersebut bisa mengembalikan kesuburan tanah.
Disaat banyak petani menganggur, karena lahan mereka sulit ditanami, tidak demikian halnya dengan petani di desa Mojorembun Kec. Kaliori, Rembang.

Justru datangnya musim kemarau menjadi berkah bagi petani, karena sawah telah disulap sebagai pusat pembuatan batu bata. Cuaca panas terik sepanjang hari, akan mempercepat produksi batu bata. Apalagi kualitas tanah di desa ini bagus untuk bahan batu bata. Bahkan terkenal sampai ke luar daerah.

Rustam, seorang warga desa Mojorembun menuturkan sawah yang dialihfungsikan biasanya berada di dataran tinggi. Sebagian pemilik memilih menyewakan kepada pihak lain, namun ada pula yang dimanfaatkan sendiri. Baru kalau nantinya tiba musim penghujan, sawah ditanami padi lagi.

Pembuat batu bata di Mojorembun, Sarmin menjelaskan hari Minggu (08 September 2013), harga batubata Rp 270 per buah. Ia belum bisa memperkirakan, satu petak sawah kuat menghasilkan berapa ribu batu bata. Menurutnya tinggal mengalikan saja, kalau 100 ribu batu bata, maka meraup pendapatan kotor sekira Rp 27 juta. Pendapatan tersebut, menurutnya lebih baik jika dibandingkan bercocok tanam padi atau palawija.

Sarmin menambahkan petani harus mengoptimalkan keberadaan lahan, daripada menganggur, kelamaan menunggu musim penghujan. Ia meyakini tanah yang diistirahatkan, kemudian digali untuk membuat batu bata dengan kedalaman tertentu, akan mengembalikan kesuburan tanah. Harapannya kelak saat ditanami padi, meraup hasil panen lebih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *