Flash News
No posts found

Kacau, Belum Jadwalnya Nekat Datang

Warga miskin menerima dana BLSM di Kantor Pos Rembang, Senin siang.

Warga miskin menerima dana BLSM di Kantor Pos Rembang, Senin siang.

Rembang – Meski tidak tahu jadwal pembagian dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), puluhan warga miskin tetap nekat datang ke Kantor Pos Rembang, hari Senin (09 September 2013). Akibatnya pembagian berlangsung kacau, karena penerima menunggu sampai berjam jam.

Supardi, warga asal desa Waru Kec. Rembang Kota mengatakan sudah berada di kantor pos sejak pukul tujuh pagi, tetapi hingga mendekati pukul 10, belum menerima dana BLSM. Ia memang tidak mendapatkan informasi dari aparat desa, tetapi justru tahu kalau pembagian dana BLSM dimulai hari Senin, melalui siaran radio. Supardi memilih datang lebih awal, ingin segera menerima uang Rp 300 ribu, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Hal senada diungkapkan Sumini, warga desa Gedangan Kec. Rembang Kota. Meski menunggu satu jam lebih, nenek berusia 64 tahun ini takut bertanya kepada petugas kantor pos.

Ia menyadari mungkin bukan jatahnya warga desa Gedangan, tak masalah kalau harus menunggu lama sampai siang, menyesuaikan antrean sudah longgar. Baginya dana BLSM sangat membantu meringankan beban ekonomi. Begitu terima uang, akan langsung digunakan untuk membeli beras.

Seorang petugas Kantor Pos Rembang, Sartono mengakui surat pemberitahuan tentang jadwal penyaluran dana BLSM tahap ke dua yang dikirimkan kepada tingkat desa, ternyata tidak banyak diketahui masyarakat. Hal itu mengakibatkan warga berbondong bondong datang ke kantor pos pada hari pertama, meski sebenarnya sudah diatur bergiliran sampai akhir bulan September 2013.

Petugas tak kuasa menolak. Saat penerima dari sejumlah desa sesuai jadwal hari Senin selesai menerima BLSM, warga desa lain yang terlanjur datang, tetap dilayani, asalkan membawa kartu perlindungan sosial (KPS). Pada tahap ke II ini, jumlah penerima dana bantuan langsung sementara masyarakat di kabupaten Rembang, sebanyak 69.014 orang. Kuota tetap, hanya saja terjadi pengalihan 335 orang, lantaran sebelumnya dinilai salah sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *