Flash News
No posts found

Menolak, Kalau Diambil Alih PDAM

Hilir mudik kendaraan, baru saja mengambil air di desa Mantingan.

Hilir mudik kendaraan, baru saja mengambil air di desa Mantingan.

Bulu – Desa ini mendapatkan berkah ketika musim kemarau tiba. Semakin panjang cuaca panasnya, maka pemasukan akan bertambah besar.

Pasalnya memiliki sebuah sumber air yang sangat jernih dan berkualitas. Bahkan banyak warga dari luar daerah ikut memanfaatkan.

Yah..desa tersebut adalah Mantingan Kec. Bulu, tidak pernah mengalami kesulitan air, meski kemarau panjang. Tidak diketahui persis, bagaimana awal mulanya di sebelah barat obyek wana wisata pemandian Mantingan, terdapat sumber air melimpah, yang menjadi andalan masyarakat, sejak puluhan tahun silam.

Paryadi, kepala desa Mantingan menjelaskan pabrik pengolahan ikan di pesisir pantai Rembang rutin mengambil air dari desanya. Selain itu, mulai hari Selasa (10 September 2013), 12 armada truk tangki Bakorwil Pati juga mengambil air, untuk disalurkan ke desa desa kekeringan di wilayah kabupaten Blora.

Paryadi menambahkan setiap 5 ribu liter air, dipatok tarif Rp 20 ribu. Menurutnya masih cukup murah, dibandingkan tempat lain. Dalam sehari, kalau ramai bisa mencapai 80 rit.

Uang yang terkumpul diserahkan kepada pemerintah desa seper tiga, pekerja seper tiga dan untuk kegiatan desa seper tiga. Contohnya tahun 2012 lalu, pemerintah desa bersih menerima pemasukan Rp 12 juta. Pihaknya enggan menaikkan tarif tersebut, karena tidak ingin membebani para pembeli, sekaligus berniat membantu bagi masyarakat yang mengalami kekeringan.

Operasional pengambilan sumber air di desa Mantingan ini, berlangsung sejak pagi sampai dengan pukul empat sore. Kalau malam hari, air biasanya dimanfaatkan untuk mengairi lahan persawahan, sehingga petani mampu panen padi setahun tiga kali.

Masyarakat setempat bertekad selalu menjaga sumber air, salah satunya dengan meningkatkan penghijauan. Mereka juga menolak apabila perusahaan daerah air minum PDAM mengambil alih sumber air. Dulu beberapa kali wacana itu pernah mencuat, tetapi selalu gagal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *