Flash News
No posts found

Ricuh, Pemain Manokwari Kejar Wasit

Manajer PSIR Rembang, Siswanto sujud syukur, seusai timnya mengalahkan Perseman Manokwari.

Manajer PSIR Rembang, Siswanto sujud syukur, seusai timnya mengalahkan Perseman Manokwari.

Rembang – Pertandingan antara PSIR Rembang melawan Perseman Manokwari Papua di Stadion Krida Rembang, Rabu sore (11 September 2013), berlangsung ricuh.

Lanjutan kompetisi IPL kembali ternoda oleh emosi pemain. Lagi lagi berdalih, karena keputusan wasit yang mereka anggap tidak adil.

Selama laga yang hanya disaksikan seribu penonton ini, pemain Perseman Manokwari berulang kali melancarkan protes kepada wasit. Bahkan saat jeda babak pertama dan pertandingan selesai, pemain langsung mengejar wasit, Umbul Wandono, hingga keluar lapangan. Dua hakim garis, juga tidak luput dari sasaran kemarahan. Polisi berusaha melerai, tetapi justru nyaris berujung baku hantam dengan pemain Perseman Manokwari.

Kabag Operasional Polres Rembang, Kompol Tri Wisnugroho menjelaskan pihaknya langsung mengevakuasi wasit dan hakim garis menuju hotel tempat menginap, tanpa transit lebih dahulu di ruangan khusus stadion. Wisnu menyatakan ketegangan tersebut masih wajar, lagipula anggotanya juga bisa segera mengendalikan situasi.

Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 1 – 0, untuk kemenangan tuan rumah PSIR Rembang. Gol dicetak melalui titik penalti pada menit ke 5, oleh Yoni Ustaf Bukhori. Hadiah penalti diberikan wasit, gara gara striker PSIR, Effendi “bendhot” dilanggar di kotak terlarang. Ketika putaran pertama lalu, Perseman sukses menekuk PSIR Rembang 5 – 2.

1 Komentar

  1. rupie

    wanipiro sis? yang benar ya kalah 5-2 seperti di sleman itu. kalo dikandang sendiri kok menang tipis yo jelas itu menang tukon! alias wani piro bayar wasit dan kru?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *