Flash News
No posts found

Vonis Sopir Maut, Keluarga Semakin Menderita

Keluarga sopir Samadun, pulang dengan gontai, seusai pembacaan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Rembang.

Keluarga sopir Samadun, pulang dengan gontai, seusai pembacaan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Rembang.

Rembang – Anda masih ingat Samadun (45 tahun), sopir bus mini asal desa Sendangmulyo Kec. Sarang yang mengalami kecelakaan di pinggir jalur Pantura desa Manggar Kec. Sluke ?

Samadun baru baru ini divonis 3 tahun kurungan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rembang. Vonis lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum, berupa 4 tahun penjara.

Agus Sukaryo, petugas Panitera Pengadilan Negeri Rembang mengatakan waktu itu terdakwa Samadun menyatakan menerima dan tidak akan banding.

Sekretaris Desa Sendangmulyo Kec. Sarang, Bambang Sulistyono menjelaskan jika melihat kondisi ekonomi Samadun, semua pihak tidak akan tega. Isteri, empat anak Samadun dan seorang menantunya tinggal di gubuk bambu berukuran kecil, berlantaikan pasir laut. Itupun merupakan bantuan dari warga bersama aparat desa. Samadun adalah tulang punggung pencari nafkah. Begitu dipenjara, praktis kehidupan ekonomi keluarganya semakin memprihatinkan.

Masyarakat setempat, termasuk keluarga korban kecelakaan sebenarnya setuju, kalau Samadun tidak perlu diproses hukum.

Kepala Unit Laka Satlantas Polres Rembang, Iptu Ismail mengungkapkan sejak awal penyidik tahu, bahwa Samadun berasal dari keluarga miskin. Hal itu menjadi pertimbangan untuk meringankan hukuman, namun proses penegakan aturan tetap berjalan, sebagaimana diatur dalam pasal 310 Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada pasal itu memuat ancaman hukuman sampai 6 tahun penjara.

Penyidik juga menyediakan pengacara secara gratis. Belakangan Samadun menolak didampingi pengacara, seraya memilih menghadapi sendiri, hingga vonis dijatuhkan.

Seperti kami beritakan sebelumnya, Minggu petang tanggal 12 Mei 2013 lalu, bus Cemerlang yang dikemudikan Samadun, terjun bebas ke jurang di pinggir laut desa Manggar Kec. Sluke. Bus membawa rombongan warga desa Sendangmulyo, berniat akan menengok tetangga di rumah sakit. Dalam peristiwa mengenaskan itu, 8 orang tewas dan 20 lainnya mengalami luka luka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *