Flash News
No posts found

Tewas, Pulang Dari Kafe

Jenazah Alm. Muhammah Solikin, akan dimakamkan.

Jenazah Alm. Muhammah Solikin, akan dimakamkan.

Rembang – Seorang pria ditemukan warga tewas tergeletak di areal persawahan, 50 meter sebelah selatan akses jalan masuk Perumahan desa Tireman Kec. Rembang Kota, Minggu (16 September 2013) pukul 22.00 wib. Korban dalam kondisi terluka di kepala bagian belakang, sedangkan sepeda motor yang dikendarai Yamaha Vixion K 5040 DM tergeletak di pinggir jalan.

Warga yang memergoki kejadian tersebut, langsung melapor kepada aparat kepolisian. Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Rembang membawa jasad korban menuju kamar mayat rumah sakit Dr R Sutrasno Rembang.

Setelah polisi mengecek identitasnya, diketahui pria tewas itu bernama Muhammad Solikin (38 tahun), warga Kelurahan Tanjungsari Kec. Rembang Kota.

Kaur Binops Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Iptu Roy Irawan menjelaskan pihaknya pada Senin pagi mengecek ulang kondisi tempat kejadian perkara. Sementara disimpulkan korban mengalami kecelakaan tunggal. Tetapi kalau nantinya ada bukti bukti yang mengarah pada sebab lain, Satlantas tentu berkoordinasi dengan satuan Reserse Dan Kriminal untuk menelusuri lebih jauh.

Kanit Laka Satlantas, Iptu M Ismail sempat meminta keterangan sejumlah saksi. Sebelum kejadian, korban bersama empat orang rekannya berada di Kafe Palapa, perbatasan desa Weton dan Gedangan. Tapi Muhammad Solikin pulang lebih dulu, kemudian mengalami kecelakaan. Hasil olah TKP menunjukkan, laju motor oleng sejauh 29 meter, terlihat dari bekas ban motor di bahu jalan. Setelah motor terhenti, korban terpental ke sawah.

Kerabat korban, Abdul Aziz mengatakan jenazah Muhammad Solikin Senin siang dimakamkan di pemakaman umum Jogotami Kelurahan Tanjungsari.

Puluhan orang pelayat datang mengantarkan kepergian Muhammad Solikin untuk selamanya. Sebelum pemberangkatan keranda jenazah, perwakilan keluarga memohon maaf kepada para pelayat, apabila selama hidup Almarhum mempunyai kesalahan.

Isteri dan kedua anak korban tak kuasa menahan tangis. Tampak sejumlah tetangga ikut menghibur, agar tabah menghadapi cobaan.

1 Komentar

  1. MLAYANG JAYA

    nah bang haji kan dah ngingatin … mirasantika…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *