Flash News
No posts found

Dua Korban Tewas Dibawah Umur

Korban tewas berada di kamar mayat RSI Arafah Rembang, Senin malam.

Korban tewas berada di kamar mayat RSI Arafah Rembang, Senin malam.

Lasem – Gara gara menyalip kendaraan lain di dekat tikungan semu, nyawa dua orang remaja melayang.

Kali ini kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura, sebelah selatan tempat pelelangan ikan TPI desa Bonang Kec. Lasem, Senin sore sekira pukul 17.00 wib. Dua korban tewas adalah remaja yang berboncengan sepeda motor suzuki smash K 6046 PD, masing masing Eka Alvandi Mahmud (14 tahun), asli Bandung Jawa Barat dan Misbakun Ni’am (14 tahun), warga desa Jurangjero Kec. Sluke. Keduanya sama sama bersekolah di Madrasah Tsanawiyah MTS Lasem.

Semula sepeda motor suzuki Smash dikendarai Eka Alvandi Mahmud memboncengkan Misbakun Ni’am melaju dari arah timur ke barat. Sampai lokasi kejadian, motor akan menyalip truk di depannya. Tapi naas, dari arah berlawanan meluncur bus Widji S 7558 UJ dikemudikan Maryadi (47 tahun), warga desa Warujayeng Kec. Tanjunganom Kab. Nganjuk Jawa Timur. Bus sudah berada di jalurnya, tetapi karena jarak sangat dekat, akhirnya tabrakan tak terelakkan.

Priyo, seorang pengguna jalan yang melintas mengatakan kondisi korban cukup mengenaskan. Bahkan ia tak tega melihat terlalu lama. Menurut Priyo, peristiwa tersebut mustinya dijadikan bahan pembelajaran bagi kaum remaja dibawah umur, supaya tidak nekat mengendarai sepeda motor, sebelum mengantongi SIM. Apalagi berada di jalur utama Pantura, yang memang sangat padat.

Warga desa Binangun Kec. Lasem, Sutono mengatakan langsung datang mengecek, begitu mendengar suara benturan keras. Masyarakat sekitarpun bertambah ramai, sehingga mengakibatkan kemacetan cukup panjang. Sama sekali tak ada aksi anarkis massa. Selain hal itu melanggar hukum, warga menilai sopir tidak bersalah.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Sugino melalui Kepala Pos II Lalu Lintas Lasem, Aiptu Heri Yulianto mengakui ada tiga tikungan tajam di jalur antara desa Bonang – Binangun Kec. Lasem. Ia menghimbau pengguna jalan memperlambat kecepatan, karena jika ngebut, akan sangat beresiko.

Aiptu Heri Yulianto menambahkan motor korban dan bus Widji yang terlibat tabrakan, diamankan. Selain itu, dua korban tewas dievakuasi menuju Rumah Sakit Islam Arafah.

Senin malam, jenazah Misbakun Ni’am, langsung dimakamkan di pemakaman umum desa Jurangjero Kec. Sluke, sedangkan jasad Eka Alvandi Mahmud cukup lama berada di kamar mayat, karena harus menunggu kedatangan keluarganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *