Flash News
No posts found

Mulai Buat “Gowakan”

Warga berebut air kotor di sebelah barat Perempatan Galonan Rembang.

Warga berebut air kotor di sebelah barat Perempatan Galonan Rembang.

Rembang – Warga di kabupaten Rembang mulai berebut air kotor, karena dampak bencana kekeringan semakin parah. Mereka seakan tidak peduli, meski air bercampur dengan sampah.

Manat, seorang petani di desa Ngadem Kec. Rembang Kota mengaku mempunyai beberapa petak lahan tomat. Ia sangat pusing mencari air untuk menyirami tanaman setiap pagi. Apalagi, setelah alur sungai mengering. Hingga akhirnya tahu ada embung yang dipenuhi semak belukar dan sampah plastik, ternyata masih menampung sedikit air. Itupun harus bergantian dengan petani dan warga lain, karena air juga dipakai untuk keperluan mandi.

Warga dusun Jatirejo desa Grawan Kec. Sumber, Giran menjelaskan kekeringan di dusunnya mendorong warga membuat sejumlah kubangan (gowakan) untuk sumur resapan di sebelah timur kampung. Cara tersebut agar bisa memperbanyak cadangan air, mengantisipasi musim kemarau bertambah panjang. Memang sudah ada embung Grawan, tetapi masyarakat selama ini sulit menyedot airnya, lantaran posisi geografis dusun Jatirejo lebih tinggi.

Pantauan Reporter R2B, kekeringan sudah melanda 14 kecamatan. Tapi menurut data di Bagian Kesra Pemkab Rembang, baru 60 an desa di 11 kecamatan yang telah mengajukan bantuan air bersih. Hari Rabu, 18 September 2013, penyaluran air bersih akan dimulai.

Subandi, petugas pendata droping air memprediksi usulan dari desa akan terus bertambah, jika sampai dengan akhir bulan September belum turun hujan. Namun pihaknya optimis dana Rp 230 juta cukup. Kalau masih kurang, Pemprov Jawa Tengah melalui Bakorwil I Pati siap menyokong seperti tahun tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *