Flash News
No posts found

Saham Terancam Ditawarkan Daerah Lain

Seorang pegawai Bank Jateng melayani nasabah, baru baru ini.

Seorang pegawai Bank Jateng melayani nasabah, baru baru ini.

Rembang – Sejumlah anggota DPRD Rembang terus mendorong rencana penyertaan modal untuk Bank Jateng, BKK Kaliori dan Bank Pasar. Kalau tidak disuntik, kepemilikan saham pemerintah kabupaten Rembang terancam merosot.

Puji Santoso, anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mencontohkan di Bank Jateng, idealnya komposisi kepemilikan saham Pemkab Rembang 49 %, sedangkan Pemprov Jateng 51 %. Tetapi belakangan ini sudah semakin timpang, karena Pemkab Rembang belum menambah modal. Bahkan Bank Jateng sempat melontarkan wacana akan menawarkan saham yang bisa dimiliki Pemkab Rembang, kepada daerah lain.

Menurut anggota DPRD dari desa Tuyuhan Kec. Pancur tersebut , hal itu jangan sampai terjadi, karena Bank Jateng termasuk prospektif memberikan pemasukan bagi daerah. Maka ia sangat setuju usulan tambahan modal Rp 20 miliar untuk digelontorkan Bank Jateng, sampai tahun 2017 mendatang. Tentu saja dengan tetap melihat kekuatan anggaran daerah.

Imam Zarkasyi, anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional membenarkan bahwa suntikan modal bagi kalangan Perbankan, semata mata demi menaikkan nilai tawar daerah. Saat mengecek usulan tambahan modal Rp 20 miliar bagi Bank Jateng, Rp 5,1 miliar untuk Bank Pasar dan Rp 710 juta kepada BKK Kaliori, ia pribadi setuju kalau dicairkan bertahap mulai tahun ini.

Imam Zarkasyi mengakui sering kali penyertaan modal terkendala oleh kebutuhan lain yang lebih mendesak, seperti menyiapkan dana program kesehatan gratis dan perbaikan jalan kabupaten.

Tetapi kalau pembahasan ditingkat Badan Anggaran, sudah ada kesamaan komitmen antara DPRD dan pemerintah, politisi asal desa Tasikharjo kecamatan Kaliori itu optimis target penyertaan modal tidak akan terjadi tarik ulur.

Direktur Utama Perusahaan Daerah BKK Kaliori, Wardi menyampaikan bank yang ia pimpin kondisinya semakin membaik. Saat ini mengelola tabungan dan deposito nasabah, lebih dari Rp 25 miliar.

Wardi belum menyinggung rencana penambahan modal, tetapi kalau dikucuri pemerintah, tentu akan lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *