Flash News
No posts found

Bus Pemain PSIR Dilempari, Reaksi Suporter?

Direktur Tekhnik PSIR Rembang, Bambang “Max” Handoyo (kaos putih) memberikan pengarahan kepada para pemain.

Direktur Tekhnik PSIR Rembang, Bambang “Max” Handoyo (kaos putih) memberikan pengarahan kepada para pemain.

Rembang – Kesialan PSIR Rembang berlanjut. Usai dikalahkan Persijap Jepara 3 – 0 di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, bus yang ditumpangi pemain dan pelatih PSIR Rembang, dilempari batu oleh sekelompok orang, saat memasuki wilayah kabupaten Kudus, Rabu malam (18 September 2013). Tak ada korban dalam peristiwa itu.

Direktur Tekhnik PSIR Rembang, Bambang “Max” Handoyo yang ikut satu rombongan dalam bus menjelaskan sampai di Perempatan Jember Kudus, tampak banyak orang. Sempat terjadi pelemparan, kemudian tiba tiba ada dua pengendara sepeda motor mengejar bus pemain PSIR, salah satunya melempar batu dan mengenai bumper bus bagian belakang.

Sopir bus memepet sepeda motor, tapi tak berselang lama pelaku berhasil kabur, karena berbalik arah. Waktu itu nyaris para pemain PSIR Rembang berhamburan keluar bus ingin mengejar pelaku, tetapi emosi mereka bisa diredam. Ia menduga pelemparan terkait konflik antara suporter Persiku Kudus dengan suporter PSIR Rembang. Kalau hubungan dengan suporter Persijap Jepara, selama ini terjalin baik. Menurutnya aksi anarkhis, hanya akan memperburuk situasi dan mencoreng semangat sportivitas olahraga. Padahal seluruh kelompok suporter sepak bola di Jawa Tengah, telah mendeklarasikan semangat menjaga perdamaian.

Darim, salah satu sesepuh Gabungan Suporter Rembang meminta para suporter jangan terpancing terhadap kejadian pelemparan bus pemain PSIR Rembang di Kudus. Kalau membalas, masalah tidak akan selesai.

Ia juga berharap supaya suporter jangan menambah corat coret tulisan di pinggir jalan yang bermaksud menjelek jelekkan suporter Persiku Kudus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *