Flash News
No posts found

Ngutil Ala Sales Roti, Banyak Yang Jadi Korban

Tersangka melihat ke atas, menyadari perilakunya terekam kamera CCTV Alvamart Gegunung Wetan Rembang.

Tersangka melihat ke atas, menyadari perilakunya terekam kamera CCTV Alvamart Gegunung Wetan Rembang.

Rembang – Seorang tersangka pelaku pencuri di sejumlah mini market, wajahnya terekam jelas kamera pengintai CCTV. Para pegawai mini market tidak menaruh curiga, karena ternyata tersangka adalah sales yang biasa mengantar roti merek mutiara.

Sudah cukup banyak, mini market Indomart dan Alvamart di kawasan dalam kota Rembang menjadi korban pencurian pria tersebut. Bahkan tidak hanya sekali, tetapi sampai beberapa kali.

Di Alvamart desa Gegunung Wetan Kec. Rembang Kota misalnya. Berdasarkan rekaman kamera CCTV, pelaku mengutil barang barang di dalam mini market, tanggal 13 dan 17 September 2013, perkiraan jamnya pada rentang waktu antara pukul 14.00 – 15.00 wib. Saat itu sales roti masuk, kemudian berbasa basi dengan penjaga mini market. Sambil pura pura mengecek stok roti, tangannya menggondol sejumlah barang dan buru buru dimasukkan ke dalam saku celana. Ia sempat melihat ke arah CCTV, tetapi tampak tidak peduli. Pencurianpun terus berlanjut. Barang yang diambil seperti sabun pembersih muka, kosmetik, aneka makanan dan minuman ringan berbentuk sachet.

Salah satu pegawai Alvamart desa Gegunung Wetan Rembang, Marlina Evi mengaku tidak curiga, karena perangai sales tersebut selama ini baik dan ramah.

Marlina Evi menambahkan belum bisa menghitung angka kerugian. Tetapi yang jelas, setiap ada pencurian, pekerja piket harus bertanggung jawab, mengganti uang sesuai nilai barang.

Tidak hanya di Rembang saja, pelaku ternyata juga terekam kamera CCTV di mini market wilayah kabupaten Blora. Setelah kejadian beruntun, menurut Marlina, semua pegawai meningkatkan pengawasan.

Wakil Kepala Polres Rembang, Kompol Priyono Teguh menilai keamanan di tempat usaha mini market cukup longgar, sehingga mudah ditembus pelaku kejahatan. Meski butuh tambahan anggaran, namun ia menyarankan lebih baik pengelola menyiagakan petugas keamanan khusus.

Sampai hari Kamis (19 September 2013), pelaku pencuri belum tertangkap. Diduga kuat yang bersangkutan sudah keluar dari industri pembuatan roti merek Mutiara, lantaran merasa dijadikan buron.

Kami kesulitan menelusuri alamat pembuat roti, karena di bagian plastik luar, tidak mencantumkan alamat usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *