Flash News
No posts found

Warga Nyatakan Sampai Titik Darah Penghabisan

Ketua DPRD Rembang, Sunarto dan Wakil Ketua DPRD Catur Winanto datang ke rumah warga desa Tegaldowo Kec. Gunem, hari Kamis.

Ketua DPRD Rembang, Sunarto dan Wakil Ketua DPRD Catur Winanto datang ke rumah warga desa Tegaldowo Kec. Gunem, hari Kamis.

Gunem – Sejumlah kalangan menganggap aksi demo menolak pabrik semen yang digelorakan warga desa Tegaldowo dan Timbrangan Kec. Gunem, terlambat. Mereka mempertanyakan kenapa tidak dari dulu, saat rencana pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia, warga langsung bereaksi. Tetapi gejolak baru muncul, ketika analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) selesai dan turunnya persetujuan Kementerian Kehutanan tentang penggunaan lahan hutan.

Sumarno, warga desa Tegaldowo Kec. Gunem selaku koordinator aksi menepis tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak ada kata terlambat. Alasannya dulu masyarakat kurang memperoleh sosialisasi secara gamblang, terkait dampak positif maupun negatif pabrik semen. Mereka memang baru tergugah ingin menyelamatkan lingkungan dan sumber air dari ancaman kerusakan, akibat aktivitas pertambangan.

Warga sementara menunggu langkah konkret dari DPRD dan Pemkab Rembang, seusai demo pertama lalu. Ketua DPRD Rembang, Sunarto bersama Wakil Ketua DPRD, Catur Winanto memang sudah datang ke Tegaldowo, tetapi hanya bertemu perangkat desa. Kalau nantinya rencana pendirian pabrik tetap dilanjutkan, Sumarno menyatakan siap menggerakan massa lebih banyak dan akan menolak sampai titik darah penghabisan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Rembang, Purwadi Samsi menjelaskan kekhawatiran penduduk bisa terjawab oleh dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Misalnya soal debu, pengelola pabrik akan memasang alat penangkap debu, kemudian penurunan debet air, diantisipasi dengan membuat sumur pantau, mereklamasi bekas lokasi tambang dan penghijauan. Semua tercantum dalam dokumen Amdal, nantinya bisa dibuka bersama sama.

Menurut Purwadi, Badan Lingkungan Hidup tidak mempunyai kewenangan melanjutkan atau menghentikan rencana pembangunan pabrik semen.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto menganggap perbedaan pendapat adalah hal biasa dan pihaknya sangat menghargai. Tinggal bagaimana masalah itu dikomunikasikan, kemudian mencari solusi.

Agung menambahkan PT Semen Indonesia yang mempunyai produk Semen Gresik, merupakan perusahaan semen terbesar di Indonesia. Pabrik di Tuban Jawa Timur masih beroperasi, tetapi akan lebih kuat memenuhi kebutuhan semen nasional, manakala pabrik di Kec. Gunem Rembang terealisasi. Apalagi sekarang beberapa pabrik semen asing mulai banyak yang masuk, sehingga usaha semen plat merah harus meningkatkan kinerja.

2 Komentar

  1. husni

    Ini bukan wakil rakyat tapi wakil koruptor dan wakilnya yang bayar.. setelah pemkab birokratnya macam hamzah fathoni cs bisa dibeli karena dijual obral oleh zalim.. kini dua kurcaci dari dprd yakni sunarto dan ridwan mau plekithikan keta kete mewakili semen yang telah membeli borongan wakil rakyat dan ekskutif. Mereka tak peduli warga pegunungab kendheng mati kelaparab dan jatuh miskin karena semen dan ulah spkeulan tanah. Kalo perlu ikut borong. Dan ada banyaj buktu beberapa kurcaci zalim ini ikut jadi spekulan tanah. Baik birokrat maupun dprd ikut memborong tanah di lokasi pabrik.

  2. MUBAROK

    orang yang bernama husni nama akun berganti ganti. tapi saya yakin bahwa dia orang yang sama. karena tendensius sekali, dan berulang ulang menyebut HAMZAH FATONI. ya sabar aja kang husni, mungkin anda belum mendapatkan giliran unuk memperoleh ROTI KEKUASAAN yang anda idam idamkan. mungkin tahun depan atau 6 tahun lagi anda yang akan dapat giliran dibagi ROTI KEKUASAAN.
    SABAR YA… SABARRRR…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *