Flash News
No posts found

Bosan, Buruh Garap Beralih Pekerjaan

Buruh garap garam di desa Punjulharjo Rembang memantau aliran air yang masuk ke tambak.

Buruh garap garam di desa Punjulharjo Rembang memantau aliran air yang masuk ke tambak.

Rembang – Sejumlah petambak garam terpaksa harus menggunakan mesin diesel, untuk mengalirkan air laut, karena pendangkalan saluran dan lokasi tambak yang cukup jauh.

Gunari, petambak garam di desa Punjulharjo Kec. Rembang Kota menuturkan selain faktor pendangkalan, kondisi tersebut juga pengaruh musim ombak, sehingga air laut pasang tidak kuat terdorong sampai ke ujung selatan saluran. Kalau sudah panen, ia membagikan hasil 10 % kepada pemilik mesin diesel. Menurutnya harga garam hari Minggu (22 September 2013) pada kisaran Rp 330 per kilo gram, belum sebanding dengan biaya maupun tenaga yang dikeluarkan. Gunari mendesak pemerintah rutin menormalisasi saluran.

Hal senada diungkapkan petambak warga desa Punjulharjo lainnya, Sarfa’i. Belakangan banyak buruh tambak beralih ke pekerjaan lain, karena minimnya penghasilan. Ia sempat mendengar pemerintah kabupaten Rembang akan mendirikan koperasi garam, khusus untuk menampung garam rakyat, sekaligus membantu stabilitas harga. Sarfa’i berharap tidak sekedar menjadi wacana, tetapi benar benar direalisasikan. Apalagi ancaman garam impor masih mengintai, sewaktu waktu bisa menurunkan harga garam lokal.

Sarfa’i menambahkan selama ini membuat garam kualitas sedang, karena lebih mudah dan bisa panen setiap hari. Kalau nekat membuat garam kualitas super, cukup sulit, meski sebenarnya banyak pabrik membutuhkan garam super, dengan harga mencapai Rp 700 per kilo gram.

Kepala Bidang Pengawasan Dan Perlindungan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan, Pamuji menjelaskan lahan tambak di wilayahnya mencapai hampir dua ribu hektar. Paling luas berada di kecamatan Kaliori, kemudian disusul Kecamatan Lasem, Rembang, Sarang dan Sluke.

Pihaknya sudah pernah menawarkan pembuatan garam super, tetapi petambak kurang berminat. Fokusnya sekarang menyalurkan dana pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar) sebesar Rp 2,8 miliar, untuk 244 kelompok. Diharapkan dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut, bisa meningkatkan produksi garam ditengah mepetnya waktu. Dinas Kelautan Dan Perikanan menargetkan tahun ini menembus 138 ribu ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *